Siapa yang Sakit

Kolom Gempur

Redaksi 123 Kali Dilihat 0 Komentar

Siapa yang Sakit

Oleh: Prof. DR. Gempur Santoso, M.Kes

SEMUA orang pasti tak ingin sakit. Ingin sehat terus. Tapi tak mungkin. Semua orang pasti pernah sakit. Sakit. Ada yg sangatlah subyektif. Tekanan darah tinggi (hypertensi). Ada tekanan darah 150/100 mm Hg tak apa. Ada yg 150/100 mm Hg sudah nggliyeng alias pusing.

Tapi suhu sel dalam tubuh sama yakni 37 derajat Celsius. Itu suhu care (nyaman) sel tubuh enak hidup. Semua itu diatur oleh kulit tubuh. Melalui pori-pori. Kalau sel dalam tubuh panas di atas 41 derajat Celsius. Pasti semua sel akan mati, alias orangnya sudah akan dibungkus kain kafan.

Banyak sakit yang subyektif. Hutang banyak. Saat penagih hutang datang. Rasa sakit datang. Berselimut dan gruguh. Begitu penagih hutang (deb collector) pergi yang ditagih hutang, tiba-tiba sembuh.

Sakit memang subyektif. Ada yg mengganggap, kalau masih bisa turun dari tempat tidur, tidak sakit. Walau badannya panas dan menggigil. Kalau opname di rumah sakit, baru mau disebut sakit.

Ada yg sakit pilek sedikit. Sudah merasa seperti lemes, tidur terus. Seperti sakit parah. Ya...sakit memang subyektif. Indonesia sebagai negara tropis. Tempatnya virus dan bakteri. Ada influensa, ada virus hepatitis A, B, dan C. Ada virus flu burung, MARS, SARS dan lain lain.

Kini pemerintah menyatakan kondisi darurat adanya virus Corona. Selama 14 hari anak sekolah belajar di rumah. Bukan libur. Pegawai yang bisa mengerjakan pekerjaan di rumah, ya kerjakan di rumah saja. Tidak libur.

Sayangnya masih banyak menganggap di rumah itu libur. Di rumah berarti dianggap tidak kerja. Di rumah adalah tempat istirahat. Masih jarang menganggap di rumah adalah kerja. Kita mau tak mau harus patuh pemerintah.

Presiden sudah mengumumkan. Kerja di rumah 14 hari, ibadah, masih di rumah saja. Hindari kontak dengan manusia lain. Semua menteri dan pemerintah sampai tingkat bawah mengikutinya. Kalau nggak ikut pemerintah, ikut siapa lagi.

Semoga pemerintahnya bisa dipanuti. Pemerintah bisa melindungi seluruh rakyatnya. Harapan. Walau di Indonesia: sakit adem panas, flu, pilek, dan sakit kepala. Sudah biasa. Diobati obat pasaran lama lama sembuh. Gitu... aja kok repot...kata Gus Dur.

Menurut ilmu kedokteran. Sehat itu homeostasis. Berarti sakit adalah mengalami tidak-homeostasis. Siapa yang sakit?. Siapa yang mengalami ketidakseimbangan (non-homeostasis)?.

(GeSa)

Dosen Unipa Surabaya, Managing Director Apenso Indonesia, Ketua DP MOI Jatim, Dewan Penasehat Swaranews.

Tinggalkan Komentar