Bulan Suci, Negara Baru

Oleh: Prof. DR. Gempur Santoso, M.Kes

Redaksi 173 Kali Dilihat 0 Komentar

Bulan Suci, Negara Baru

Guru Besar UNIPA Adi Buana Surabaya Managing Director APENSO (Asosiasi Pendidikan dan Sosial Penasehat swaranews

HARI ini Minggu, 19/4/2020. Sekitar pukul 07.00 WIB, di hampir corong (speaker) musolla (langgar) sudah woro-woro (pengumuman). Monggo kerja bakti ten langgar (mari kerja bakti di musolla). Rutin, tiap tahun. Membersihkan, ngecat, dan lain lain. Musolla harus "kinclong".

Tidak sampai seminggu lagi sudah puasa ramadhan. Bagi yang wajib berpuasa. Hati, pikiran, fisik termasuk musholla harus bersih "suci". Romadhon harus suci. Di kampung, biasa saja. Walau musim virus corona. Tidak ada yang ketakutan. Tidak ada kepanikan, tidak ada yang "kakean polah" (tidak banyak tingkah). Jujur, polos. Tak ada masker, tak ada disinfektan.

Bisa, sehat. Virus corona atau covid 19 dikelola WHO (World Health Organization). WHO miliknya UN (United Nation) atau PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa). Termasuk ILO untuk buruh, Unesco - pendidikan, dan sebagainya. Semua milik PBB.

Tiap cabang milik PPB. Misal WHO, punya SOP (Standard Operational Procedure) sendiri-sendiri. Tapi orang kampung tak paham PBB ataupun WHO.

Nyatanya, di sekelilingnya tak ada apa apa. Sehat saja seperti biasa. Tentu kita tak boleh sebut negara UN atau negara PBB. Walau, tangan tangannya mengandung SOP. Melanggar SOP pun menjadi takut embargo. Saat ini menjadi suatu keharusan saat virus corona.

Setiap pemerintah harus ikut SOP WHO. Padahal iklim, suhu, kebersihan, maupun perilaku manusia tiap negara berbeda. Sebaiknya tidak "gebyah uyah" (disamakan). Moga semua yang beribadah lancar....aamiin (GeSa)

Tinggalkan Komentar