Komunikasi Bisnis: Peluang Dalam Ketidakpastian Pandemi Covid 19

Redaksi 78 Kali Dilihat 0 Komentar

Komunikasi Bisnis: Peluang Dalam Ketidakpastian Pandemi Covid 19

Swaranews.com - Ikatan Doktor Ilmu Komumikasi (IDIK) Universitas Padjadjaran menyelenggarakan seminar daring atau webinar sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat dalam mencari peluang komunikasi bisnis selama pandemi.

Tema yang diangakat adalah Komunikasi Bisnis: Peluang Dalam Ketidakpastian Pandemi Covid 19.

Antusias masyarakat mengikuti Webinar IDIK begitu besar. 200 peserta terdaftar didalamnya. Webinar IDIK diharapkan mampu memberikan pencerahan pada setiap elemen masyarakat bahwa dibalik pandemi Covid 19 terdapat peluang komunikasi bisnis yang bisa diperoleh dengan cara yang baru.

Dimana masyarakat belum pernah terfikirkan untuk segera berdagang secara daring mulai kini mereka dipaksa melakukannya. Seperti yang diungkapkan oleh Prof Soeganda Priyatna, Guru Besar di Fikom Universitas Padjadjaran dan Universitas Pasundan.

“Sekarang pedagang berusaha memasarkan (dagangannya) secara online. Masyarakat bisa mengurangi ketergantungannya dengan Pemerintah untuk mendapatkan bantuan karena mereka aktif melakukan perdagangan secara daring," paparnya, Jum'at (8/5/2020).

Oleh karenanya, lanjut Prof Soeganda Priyatna, pemerintah perlu mendukung masyarakat yang mau berdagang secara daring dengan memberikan pelatihan pada mereka. “Menurut saya ini (perdagangan daring) seharusnya digalakkan pemerintah diberikan keterampilan bagaimana mereka mempertemukan supply dan demand," jelasnya.

Riri Amalia Yulita, selaku Director of Operation & Sales PT Infomedia Nusantara, memiliki cara bagi perusahaan untuk melewati pandemi ini. Evaluasi kembali skenario-skenario dalam menghadapi situasi seperti ini. Jika skenario tidak sejalan dengan situasi pandemi maka perusahaan perlu melakukan trial and error yang pada akhirnya ditemukan cara sukses dalam menjalani kegiatan usaha.

“Eksperiment and iteration rapidly, jadi yang kita lakukan hari ini adalah sesuatu yang belum pernah kita lewati sehingga semua trial and error yang bertahap kemudian patern nya terlihat yang menunjukkan keberhasilan," ungkap Riri Amalia.

Daniel Oscar Bascoro, ICT For Development Researcher, menjelaskan pengalamannya dengan para kliennya yang melakukan transformasi digital untuk tetap menjalankan bisnis selama pandemi secara daring. Para klien berupaya untuk merubah cara berfikirnya dengan cepat agar bisa segera beradaptasi dengan dunia digital sehingga kegiatan bisnis bisa tetap berjalan.

Para kliennya menyadari cara berfikir konsumennya sudah mulai menggunakan teknologi digital dalam kegiatan transaksi sehingga mereka perlu melakukan hal yang sama agar tetap bisa melayani konsumennya.

“Beberapa klien saya melakukan transformasi digital selama empat minggu . jadi setiap minggunya kami mengajarkan sebuah mentoring selama dua jam, memberikan materi-materi dan memberikan tugas untuk mereka lakukan. Jadi bener-bener dalam empat minggu kami mencoba melakukan transformasi (digital)agar industri tetap survive," bebernya.

Daniel menambahkan bahwa yang mempercepat transformasi digital dalam dunia usaha adalah covid 19. Dengan pandemi, manusia dipaksa untuk segera mengkolaborasikan kegiatan bisnisnya dengan dunia digital.

“At the end, kalo ada pertanyaan siapa yang memimpin transformasi digital dalam sebuah company ? jawabannya bukan CEO, tapi jawabannya adalah Covid 19," imbuhnya.

Menjelang penutupan Webinar, Rahmat Edi Irawan, Ketua IDIK UNPAD menjelaskan bahwa kegiatan webinar menjadi bukti kepedulian IDIK terhadap kondisi yang tengah dilanda musibah nasional pandemi Covid 19.

"Semoga diskusi ini menjadi awal sumbangan pemikiran IDIK untuk ikut membantu menyelesaikan masalah bangsa dan Negara," pungkasnya. (dim)

Tinggalkan Komentar