Silahkan Lapor Dewan

Inisiasi Legislator Kota Surabaya

Redaksi 37 Kali Dilihat 0 Komentar

Silahkan Lapor Dewan

(Dari kiri ke kanan) Machmud, Camelia Habiba, Imam Syafii dan Josiah Michel. / Foto : Bachan

Swaranews.com - Guna menampung keluhan masyarakat terkait permasalahan dampak Covid -19, beberapa Legislator membuka hotline pengaduan bernama "Lapor Dewan".

Nantinya hotline ini akan dilengkapi dengan website. Hal itu disampaikan oleh Muhammad Machmud, selaku Koordinator "Lapor Dewan" didampingi oleh Camelia Habiba, Imam Syafii dan Josiah Michael di Gedung DPRD Kota Surabaya.

"Kita mengapresiasi keluhan-keluhan masyarakat yang masuk ke Anggota DPRD Kota Surabaya dari masing-masing daerah pemilihan (dapil). Namun komunikasi kita dengan pemerintah kota buntu, gak bisa jalan. Maka hari ini kita sepakat mengenalkan lapor dewan," ujar Machmud, Senin (11/5/2020).

Legislator asal Partai Demokrat ini menyampaikan bahwa dengan Warga bisa menyampaikan keluhannya, baik secara fisik datang, bisa lewat WA, lewat IG, facebook dan website. Sehingga tidak ada kendala bagi warga untuk menyampaikan keluhannya, baik terkait dampak Covid -19, masalah ekonomi maupun permasalahan lainnya.

"Kami mohon kepada masyarakat segera memberikan masukan, dengan cara menggunakan layanan lapor dewan ini. Contoh kasus kemarin paket sembako dari Presiden Republik Indonesia untuk Kota Surabaya dikirim 10.000 paket. Sedangkan warga di kota ini cukup banyak. Terjadi nasalah pada distribusinya. Ada salah satu RW yang sudah dibeeitahu akan dapat. Tapi saat pembagian RW tersebut malah tidak dapat, padahal RW sudah memberitahu warganya. Warganya kemudian menganggap Pak RW nya telah membohongi mereka," terang Machmud.

Machmud menyebutkan, hal-hal seperti itulah yang mendasari terbentuknya "Lapor Dewan" ini. Dia menambahkan bahwa pihaknya akan mencarikan solusi dan akan mengkoordinasikan demgan Pemkot Surabaya.

"Jika memang pemerintah kota buntu, maka kita akan cari solusi yang lain," jelas Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya tersebut.

Pada kesempatan itu, Camelia Habiba menyatakan bahwa tim lapor dewan ini sementara ini ada 9 Anggota dewan dari lintas fraksi dan lintas komisi.

"Mudah-mudahan angka sembilan ini barokah bagi kami dan akan ada lagi anggota lainnya. Ini kita tidak atas nama fraksi atau komisi. Tetapi anggota lapor dewan ini terdiri dari lintas komisi ," ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya ini menyatakan bahwa nanti ketika ada laporan yang berhubungan dengan komisi lain, pihaknya akan mengkoordinasikan dengan komisi dimaksud. Bahkan apabila ada pernasalahan yang harus disambungkan ke pemkot surabaya, namun pemkot buntu.

"Maka kami sudah mengantisipasinya dengan mencarikan solusinya," tegas Camelia Habiba.

Politisi Pattai Nasdem Imam Safi’i mengatakan pihaknya ingin laporan dari masyarakat cepat tertangani.

“Kami yakin (Lapor Dewan) ini mampu menjadi jembatan,” akunya.

Saat disinggung apakah Hotline ‘Lapor Dewan’ ini tidak akan tumpang tindih dengan fungsi komisi-komisi di DPRD, ia menjelaskan tidak. Sebab kanal tersebut bakal terdiri dari lintas fraksi.

Maksudnya, para legislator yang tergabung di Lapor Dewan ini adalah gabungan politisi dari partai politik yang berbeda.

“Kami akan saling melengkapi dengan komisi,” ucapnya.

Machmud menegaskan sifatnya hanya pembertahuan dan pihaknya juga sudah melakukan itu ke pompinan DPRD Kota Surabaya.

"Karena kita akan bekerja sendiri, tidak pakai APBD tidal pakai apa-apa. Jika ini menimbulkan biaya, maka secara pribadi kami yang akan mengeluarkan biaya tersebut secara pribadi," pungkasnya. (mar) 

Tinggalkan Komentar