Gus Nuril Arifin Panglima PGN tegur Rizal Ramli jangan coba-coba kudeta Jok

Redaksi 4555 Kali Dilihat 0 Komentar

Gus Nuril Arifin Panglima PGN tegur Rizal Ramli jangan coba-coba kudeta Jok

Gus Nuril Arifin, Panglima PGN bersama Panglima PGN Jatim, Drs. Achmad Baidlowi MTS

Swaranews.com - Ditemui di Ponpes Abdurrahman Wahid, Sokotunggal Jakarta, 31/5/2020, DR KH Nuril Arifin Husein MBA selaku panglima PBM pasukan berani mati zaman Gus Dur menyampaikan beberapa pandangan beliau terkait kondisi politik saat ini.

Mas Jokowi Jangan mundur..! dan Jangan menyerah. Untuk menghasilkan seorang Presiden, dalam serangkaian pemilu dan Pilpres itu, rakyat dan Bangsa ini harus mengeluarkan biaya yang sangat luar biasa besar....

Setiap zaman pasti ada tantangannya. Berat ?! Pasti berat. Namanya juga memimpin Bangsa. Memimpin rumah tangga saja susah. Jika salah kelola ,

anak anak atau istri jadi korban kok.

Bisa sakit kok.

Celaka kok. D

Mati kok.

Barangkali tidak sekali bisa dua kali kok. Apa ya kalau itu terjadi dia harus mundur jadi suami ...?! Tidak bukan...?!

Maka ....janganlah berharap negeri ini jadi baik. jika kualitas pemimpin nya bermental tempe. Getasan ati , sedikit sedikit di kudeta alias kurang sabar nunggu giliran.

Atau... engkau malah menyarankan untuk mundur. Alias *tinggal glanggang colong playu*.

Saran *paksa'an* halus untuk Meninggalkan Medan juang *Kuru setra* tersurat pada (meme mas Rizal) dengan sejumlah alasan, itu tidak masuk akal. Itu membahayakan bangsa. Mundur itu cara mudah menyelesaikan masalah tetapi, pengecut.

Mas Rizal ku yang baik, kita bersahabat sejak zaman Gus Dur. Saya tidak mengerti, tiba tiba engkau menyarankan begini.....

Ingat bung Rizal ku,.... Bung Karno bukan mundur.. Beliau tidak pernah Mundur. Sejarah mencatatnya itu.

Beliau di *rethol* paksa. Di gulingkan. Melalui surat Sebelas Maret. Yang buktinya sejarah surat itu raib. Sampai sekarang tak ditemukan keberada annya.

Sang Proklamator itu dituduh membela PKI untuk mengkudeta diri sendiri ?!... Hahahahaha....

Lalu di *digergaji kekuasaannya* lewat sidang umum MPRS. Saat pidato Nawa Cita nya ditolak oleh MPRS pimpinan Jendral Nasution.

Perlu engkau perbarui juga ingatan mu bung , bahwa setelah *dipakai* sebagai stempel, beliau Jendral Nasution juga disingkirkan.... Dan selama hidupnya terlunta lunta dalam keterasingan politik. Atau diasingkan ?!

Zaman Presiden Habibi yang mewarisi kursi panas penguasa Orde Baru. Ingat Pak Harto di lengserkan oleh kudeta orang dalam. Bahkan.... stempel pengesahan nya lewat Harmoko sebagai ketua MPR yang bersidang darurat. Harap engkau sadar tokoh inilah yang memenangkan Golkar hingga 70 persen. Dia konon, orang paling sering minta petunjuk bapak Presiden.

Saya ingat, sering main catur di balai Wartawan Jawa Tengah, saat itu. Dan zaman itu beredar Juke, secara sembunyi bahwa ; *konon sisiran mas Harmoko yang ketua DPP Golkar* juga (mantan Mentri penerangan dan ketua PWI pusat ) pun , yang miring kearah kanan, itu juga berdasar petunjuk pak Harto.

Mas Amin Rais, On Gus gang saat itu main mata dengan AS, memanfaatkan mahasiswa yang menuntut reformasi.

Artinya para *Sengkuni* termasuk Fuad Bawazier membajak reformasi yang dituntut oleh mahasiswa, di tengah jalan. Caranya dengan menurunkan Pak Harto.

Sedangkan untuk memenuhi aturan bernegara, BJ Habibie dipilih sebagai ganti. Agar mudah di patahkan juga. Karena akan lebih gampang disingkirkan. Ingat nggak mas Rizal tokohnya ya siapa saja waktu itu..?!

Dan benar bukan ?! Setelan BJ Habibie berhasil mencatat sejarah, berhasil serta sukses mengadakan Pemilu ulang hanya dalam waktu 8 bulan. Beliau di potong mirip Bung Karno.

Disettinglah, pidato pertanggungjawaban nya ditolak di sidang umum MPR.... saya ingat, karena di beri tahu oleh ketua KPU waktu itu, yang juga sahabat saya; mas Agus Miftah (alm).

Pola penjatuhan pak BJ Habibie ini sering kami bahas, dan jadi topik dalam diskusi politik pasca kudeta tak berdarah....

Kudeta zaman Gus Dur, bagaimana ?! Lho bukanya beliau mundur, seperti tulisan Bang Rizal Ramli ?!..

Ooiii tidak. Sungguh beliau tidak mundur. Tidak pernah mundur. Tetapi diundurkan dengan tuduhan keji.

Bang Rizal... Bukankah engkau saat itu menjadi pemegang berbagai jabatan Mentri...? Mulai dari menko Ekuin, lalu Mentri keuangan, bahkan Ka Bulog...?!

Sampai sekarang Gus Dur tidak terbukti ber salah lho... Dan bukti menunjukkan, bahwa ; jabatan beliau di dongkel patahkan oleh sekelompok mafia politik dengan didanai oleh para pengkhianat. Juga di sahkan lewat MPR...

Ah sudahlah .... Saya tidak akan tuliskan fakta sejarah semua. Karena saya waktu itu panglima pasukan Berani Mati , jadi ngerti siapa yang mengkhianati Gusdur dan disumpahin bakal jadi gelandangan Politik. Lagian ini bulan Syawal. Bulan peningkatan taqwa, setelah romadhon. Masa gema romadhon nya belum juga sirna, kita sudah mau ngobok ngobok negeri sendiri sih...

Saya sebenarnya juga enggan menanggapi pernyataan sampeyan. agar tidak semakin membuka aib teman.

Maka .... Jika boleh, sarankan: jadilah orang sabar. Taat konstitusi. Biarkan Presiden selesai pada waktunya. Jangan biasa menjegal, dan menurunkan Presiden di tengah jalan. Tidak Baik... Itu.. terlalu... Tutup Gus Nuril Arifin Husein yang saat ini merupakan pendiri dan panglima PGN Patriot Garuda Nusantara. (ng)

Tinggalkan Komentar