Pemkot Akan Tambah Stabilizer Untuk Antisipasi Lift Macet

Redaksi 117 Kali Dilihat 0 Komentar

Pemkot Akan Tambah Stabilizer Untuk Antisipasi Lift Macet

Pintu utama Gedung Baru DPRD Kota Surabaya. (Bachan)

Swaranews.com - Upaya antisipasi kejadian lift macet agar tidak terulang kembali, Pemkot Surabaya melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPR KPP) kota Surabaya bersama sekretariat dewan akan memasang alat penstabil tegangan listrik (stabilizer) serta men standby kan teknisi utama vendor

Seperti disampaikan oleh Iman Kristian Kabid Bangunan Gedung DPR KPP kota Surabaya bahwa penyebab lift gedung baru dewan yang macet, karena suplay listrik tidak stabil dan sekarang ini ada alat baru namanya stabilizer, kalau di komputer namanya ups (uninterruptible power supply).

"Dan kita akan nambah stabilizer, untuk kapasitasnya masih diukur." ujar Iman kepada Wartawan, Selasa (6/12/2022). 

Iman menjelaskan, kondisinya, sebelum Alun alun dioperasionalkan untuk event masih aman, dan setelah sering dipakai event serta macam macam, kondisi listriknya jadi tidak balance dan perlu dikalkulasi ulang suplai listriknya. 

"Untuk listrik gedung DPRD baru dan alun alun sendiri-sendiri. Soalnya nggak mungkin kapasitas beban dayanya satu trafo listrik / sumber daya . Jadi posisi kayak gedung perbelanjaan, apartemen dan lain-lain itu dia punya trafo sendiri, jadi kalau untuk bangunan besar memang trafonya khusus. " paparnya.

Iman menyampaikan bahwa namanya perangkat elektronik kalau listriknya tidak stabil pasti kinerjanya terganggu. Masalahnya lift itu barang yang sensitif, begitu listrik ngedrop dia (listrik) ngereset. Kemarin seharusnya waktu lift itu turun harusnya pas di pintu, karena ke reset dia berhenti di settingan semula. 

"Kan setiap kali servis berkala harus nyetting ulang berhentinya dimana, makanya kemarin yang standby disana bukan teknisi utama, karena teknisi utama dari vendornya, dan teknisi utama tidak hanya handle satu lokasi dan mereka mobile di beberapa lokasi, dan kemungkinan waktu lift mati mereka sedang mobile. Jadi ada keterlambatan datang ke lokasi. Kedepannya akan kita pasang stabilizer dan standbykan teknisi utama," tegasnya.

Iman menyebutkan bahwa info dari vendor sih kemarin, mereka markasnya ada di Tunjungan Plaza (TP) dari TP menuju kesini agak lama. Untuk itu pihaknya minta mereka standbykan personelnya juga di sini (gedung dewan) tidak hanya di TP sehingga seandainya ad keadaan darurat penanganan bisa lebih cepat. 

"Cara kerjanya isendentil, mereka alatnya canggih, jadi terkoneksi ke handphone dan macam macam. Ya cuma pas nyampek kesananya agak lama dan memang rata-rata nyampai ke lokasi maksimal dua jam." imbuhnya. 

Iman menambahkan, di lift kan ada pengamannya, saat posisi lift ada pemadaman listrik, lift ini akan secara otomatis berhenti tepat di depan pintu, masalahnya kemarin listrik tidak mati cuma posisinya dia berhenti ditengah karena ke reset dan itu perlu di reset ulang. Karena listrik tidak stabil akhirnya ke reset. 

"Makanya ini harus segera dikasih stabilizer, dan kita sudah konsultasi sama vendor, tahun depan alat utamanya trafo harus diganti baru, dan diberikan penambahan trafo, karena disitu ada gedung DPRD dan ke pakai sama event-event. Dan itukan pakai listrik dan trafo ngelos, walaupun ada genset sebagai backup tapi trafo tetap ngelos, ketika Los dayanya kan cukup tinggi dan berdampak pada perangkat elektronik gedung.  Dalam waktu dekat kalau di Alun-alun sedang ada event diperlukan penambahan trafo dan atau sumber daya listrik tersendiri agar tidak berdampak ke gedung lainnya," tutup Iman. (mar)

 

Tinggalkan Komentar