Ketua DPRD Kota Surabaya Ingatkan Hak Pilih Warga Di Pilkada 2020

Redaksi 24 Kali Dilihat 0 Komentar

Ketua DPRD Kota Surabaya Ingatkan Hak Pilih Warga Di Pilkada 2020

Swaranews.com - Proses Coklit (pencocokan dan penelitian) yang dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) terus berlangsung sesuai Tempat Pemungutan Suara (TPS) di masing - masing wilayah Kota Surabaya. KPU beserta jajarannya melakukan ke rumah-rumah penduduk di seluruh Surabaya. Sejak Sabtu 15 Juli sampai 13 Agustus 2020.

Menurut Adi Sutarwijono, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya bahwa kegiatan Coklit itu untuk pemutakhiran data pemilih, sehingga tercatat dengan benar dan terverifikasi warga yang mempunyai hak pilih dalam Pilkada Kota Surabaya pada 9 Desember 2020, yang akan memilih Walikota dan Wakil Walikota Surabaya terbaik pilihan rakyat.

"Kita percaya pada proses demokrasi yang akan melahirkan pemimpin baru Kota Surabaya, menyusul akan berakhirnya masa bakti Walikota Tri Rismaharini dan Wakil Walikota Whisnu Sakti Buana, pada Februari 2020," ujarnya, Minggu (19/7/2020) di Surabaya pusat.

Adi Sutarwijono menyampaikan bahwa pemimpin baru Kota Surabaya itu yang bertugas melanjutkan pembangunan kota, yang lebih maju dan menyejahterakan masyarakat. Sebagaimana yang telah dikerjakan Walikota Risma, sejak 2010, yang telah membawa pembangunan Kota Surabaya di track yang benar, membuat kota ini semakin maju dan berwajah manusiawi, bahkan membawa ke orbit internasional.

"Maka, pendataan pemilih oleh KPU Kota Surabaya adalah untuk memastikan tidak ada pemilih “selundupan” nantinya saat Pilkada 9 Desember 2020. Pemilih yang sebenarnya tidak berhak memberikan suara. Kita juga tidak ingin ada warga yang punya hak suara, tapi tidak terdata. Kita tidak ingin Pilkada di Surabaya terciderai oleh berbagai kecurangan. Karena kecurangan akan mengkhianati demokrasi dan dengan sendirinya mengingkari suara rakyat adalah suara Tuhan," paparnya.

Pria yang akrab disapa Awi ini menyatakan, pihaknya ingin memastikan semua warga Surabaya yang memenuhi syarat memilih tercatat sebagai pemilih. Agar mereka terfasilitasi dengan baik dalam pemberian suara. Sehingga partisipasi pemilih sangat tinggi dalam Pilkada 9 Desember 2020.

"Saya Sabtu kemarin sudah didatangi Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), dan diverifikasi. Rumah saya terdiri 4 pemilih: saya, istri, dan dua anak. Disaksikan Ketua KPU Kota Surabaya Nur Syamsi, PPK, dan aparatur Bawaslu Kota Surabaya," terangnya.

Ketua DPRD Kota Surabaya ini mengapresiasi KPU Kota Surabaya yang menjalankan kegiatan Coklit dengan standar ketat protokol kesehatan, di tengah pandemi Covid-19. Seluruh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) harus dirapid test dulu, kemudian memakai masker, face shield dan bersarung tangan.

"Dalam situasi sulit, KPU berserta jajarannya dan Bawaslu tetap bergerak demi terselenggaranya Pemilukada yang demokratis, bersih, jujur dan adil," pungkas Adi Sutarwijono. (mar)

Tinggalkan Komentar