AMAR dan PGN gruduk DPRD, inginkan Tulungagung Steril dari paham khilafah k

Redaksi 1997 Kali Dilihat 0 Komentar

AMAR dan PGN gruduk DPRD, inginkan Tulungagung Steril dari paham khilafah k

Swaranews.com - Ribuan massa dari PGN Patriot Garuda Nusantara Kabupaten Tulungagung dan AMAR (Aliansi Masyarakat Anti Radikalisme), khilafah, komunisme dan terorisme yang terdiri dari gabungan beberapa elemen organisasi di Tulungagung dan BEM Se Tulungagung Senin Pagi menggeruduk (mendatangi) kantor DPRD kabupaten Tulungagung. _Massa yang berjumlah lebih dari 8000 orang tersebut sebelumnya melakukan longmarch melintasi Mapolres Tulungagung, Pendopo Kabupaten Tulungagung, dan berakhir sekaligus menjadi titik kumpul menyuarakan aspirasi di depan gedung DPRD kabupaten Tulungagung.

"Alhamdulillah aksi yang diikuti sekitar 8000 orang tersebut berlangsung aman, tertib dan lancar serta menggunakan protokol kesehatan yang berlaku guna mencegah persebaran covid 19, " Terang Maliki Nusantara dan Imam Sayuti selaku Pengurus PGN Tulungagung dan korlap aksi.

Lebih lanjut, Alwi Hasan dan Ilham Hasyim selaku Pengurus PGN Tulungagung bersama Pimpinan dan korlap aksi menyatakan tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk mengabulkan aspirasi dari masyarakat Tulungagung : 1.Mendorong Pemerintah untuk melaksanakan tugasnya sesuai amanat perundang undangan.

2. Tegakkan Supremasi hukum

3. Mendorong pemerintah untuk menolak segala bentuk radikalisme, komunisme, terorisme.

4. Kembalikan ketentraman Kabupaten Tulungagung.

5. Tarik Pasukan dari wilayah desa tapan/yayasan imam syafi'i.

6. Bubarkan Kombatpol

7. Tuntaskan Proses Hukum yayasan imam syafi'i di Desa Tapan.

Aksi Unjuk Rasa AMAR dan PGN Tulungagung ini berasal dari segenap lapisan masyarakat tak hanya dari tulungagung saja, namun ada beberapa yang hadir dari Trenggalek, Kediri, Blitar, Jombang yang terdiri dari lintas agama dan budaya, yang sudah sangat mulai resah dengan keberadaan yayasan imam syafi'i tapan kedungwaru tulungagung dan beberapa lembaga serupa yang baru baru ini berkembang di pelosok pelosok desa, kami meminta agar segala hal tersebut segera ditindak, tutur Sekjend PGN jawa timur AR waluyo wasis nugroho yang juga hadir di lokasi.(zis)

Tinggalkan Komentar