Gus Nuril : Jangan Ragu, PGN dan Rakyat Indonesia Siap Membantu TNI POLRI

Redaksi 2689 Kali Dilihat 0 Komentar

Gus Nuril : Jangan Ragu, PGN dan Rakyat Indonesia Siap Membantu TNI POLRI

Setting yang berbahaya adalah ; Ada upaya internasional memindahkan perang aliran di Timur Tengah ke Indonesia.

Negara negara Arab yang berperang sejak tahun 2011 , itu dipicu oleh madhab Syiah dan Wahabi . Kondisinya semakin ruwet. Sampai kini diwilayah panas itu tidak ada titik penyelesaian nya. 

Masingmasing aliran sama sama membenar kan sikapnya sendiri , sembari mengkafirkan atau menghabiskan lawan politiknya.

*Mereka didukung oleh kekuatan sangat masif dan berdana besar*.

Sehingga bisa menyusupkan tentara bayaran, dari uygur (di poso ) atau membiayai milisi jihadis , tokoh dan ulama pengusung nya.

*Bahkan jika ditilik secara seksama kekuatan dua aliran agama ini juga berhasil menyusup ke tubuh TNI dan Polri*.

Gambaran di Indonesia sudah menampakan model sama seperti di negara *eksportir war* nya. Sebagaimana terjadi di Turky, maupun Syria serta Palestina.

Berebut pengaruh model negara yang ditawarkan mereka *Arab spring* ini telah merembes kuat di Indonesia. Ini tidak dapat di buat main main. Maka .

kerusuhan yang telah berkali kali meledak di Madura, dan Solo, yang melibatkan Syiah dan Takfiri Wahabi ini tidak dapat dibuat main main.

Kelompok minoritas ini akan dengan mudah melibat kan pemeluk agama Islam mean streem, model NU dan Muhammadiyah, dan abangan.

Jika ini terjadi, maka sudah sulit diatasi. Maka pemerintah harus tegas. Kelompok ideologi khilafah dan sejenisnya ini jika tidak mau tunduk dalam *ruh ke Indonesia an* . Harus di larang. 

Ingat, dalam kondisi rapuh seperti sekarang ini, merupakan ladang persemaian bagi muncul nya ide jahat bercorak kerusuhan dan makar. 

Semua momen bisa saja menjadi . Apalagi jika melihat kekosongan calon pemimpin setelah masa jabatan Jokowi habis ditahun 2024. 

Demokrasidi negeri kita memang memberi kebebasan kepada semua lapisan rakyat ; untuk menyeruakan pendapat dan gagasan gagasan nya. Tetapi kalau kebablasan musti segera diadakan *pencegahan dini*. 

DiArab sana, banyak mantan *Tentara dan Polisi bergabung dengan barisan sakit hati, dan saling tunggang antara Wahabi dan Syiah*, sehingga memunculkan amuk dan kelumpuhan negara dimana mana.

*Monggo mas Jokowi* ; Dengan kearifan Jawa mu, segera perintahkan densus 88 dan mabes Polri untuk tidak ragu ragu dalam bertindak. Jika perlu TNI di BKo kan . Sehingga tidak lagi *nututi layangan pedot*

Tinggalkan Komentar