PGN jawa timur Tegas Tolak Kehadiran DanRencana Deklarasi K.A.M.I di j

Redaksi 586 Kali Dilihat 0 Komentar

PGN jawa timur Tegas Tolak Kehadiran DanRencana Deklarasi K.A.M.I di j

Swaranews.com - Bertempat di Rumah Pancasila Sekretariat Patriot Garuda Nusantara Jawa Timur 9/9/2020, PGN jawa timur menggelar rapat internal terbatas yang dihadiri oleh Panglima/Pimpinan PGN jawa timur Drs Akhmad Baidhowi MTS, Ketua PGN jawa timur KH Ahmad Yani Illiyin, Sekretaris sekaligus Perintis PGN jawa timur AR Waluyo Wasis Nugroho dan beberapa jajaran pengurus PGN jawa timur lainya.

Rapat Terbatas PGN jawa timur ini membahas terkait rencana akan dideklarasikanya K.A.M.I di Surabaya Jawa Timur yang menurut desas desus yang beredar akan dideklarasikan hari minggu 13 September 2020 di Taman Bungkul Surabaya.

"Untuk itu kami Patriot Garuda Nusantara Jawa Timur mengambil keputusan dengan tegas menolak deklarasi K.A.M.I di jawa timur, dan secara tegas pula kami menolak kehadiran, keberadaan K.A.M.I di Jawa Timur," tutur Panglima/Pimpinan Patriot Garuda Nusantara Jawa Timur Drs Akhmad Baidhowi MTS.

Lebih lanjut Abah Bay menyampaikan, Bangsa Indonesia saat ini tengah dalam proses era new normal ditengah pendemi covid 19 Ini. 

Dirinya mengingatkan agar semua pihak fokus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, fokus dalam melewati masa pendemi covid 19 Ini menuju new normal, itu Kalau dilakukan maka benar akan selamat dirinya, keluarganya, kerabat dan tetangga tetangganya.

"Ini ada kelompok K.A.M.I ingin menyelamatkan Indonesia kok buat gaduh rakyat Indonesia, kalau memang masih sakit hati di pilpres 2019 karena kalah, maka belajarlah menjadi ksatria menerima dengan lapang dada arti kekalahan 2019 lalu, kalau memang ingin maju jadi presiden atau wakil presiden tunggulah nanti 2024, itu baru cara ksatria," tutup Bay.

Sementara itu, Sekretaris PGN jawa timur AR waluyo wasis nugroho mengatakan, Rakyat Indonesia butuh kesehatan, keamanan, ketertiban umum dalam masa menuju era new normal saat ini, sangat tidak pantas kalau keadaan seperti ini dimana rakyat sedang susah dalam ekonomi pasca pendemi covid 19 Ini, harusnya sebagai seorang yang sehat baik jasmani dan rohani nya mampu membaca suasana keadaan dan psychology rakyat indonesia.

"Bukan bikin gaduh dengan membuat gerakan yang menjadikan suasana panas," tutupnya.(zs)

Tinggalkan Komentar