Daring"Mbah Google"

Redaksi 117 Kali Dilihat 0 Komentar

Daring

Oleh: Prof. DR. Gempur Santoso, M.Kes Guru Besar bidang Ergonomi, Keselamatan & Kesehatan Kerja Managing Director Apenso Penasehat Swaranews Swaranews.com - BERBAGAI bentuk pelaksaanan daring (dalam jaringan) pendidikan pada masa pandemi Coronavirus saat ini. Tampak dalam penyesuaian. Menyangkut dana, fasilitas, bahkan sensasi ("menarik calon murid"). _Semua bertujuan pendidikan terus berlangsung. Penerimaan mahasiswa baru ada yang murni daring. "Lulus". Ada yg nilai terendah tanpa tes. "Lulus". Ada yang CAT (computer assisted test) dengan protokoler kesehatan. "Ada yg lulus". Dan lain lain. _Wisuda ataupun yudisium juga macam macam. Ada yang melalui daring zoom. Ada yang tetap kumpul dan rapat senat. Seperti biasa. Menggunakan protokoler kesehatan ketat. Ada pula model "drive thru" (pakai kendaraan), sambil lewat, di jalan luar gedung. Dan sebagainya. _Dalam belajar pun demikian. Ada yg seminggu ke sekolahan separo kelas, komplit protokol kesehatan. Ambil tugas, keterangan, atau pengumuman. Ada pertemuan daring via zoom, ada tanya jawab. Ada yg melihat video youtube oleh guru. Murid melihat youtube itu. Tugas. Nilai murid diambil dari komulatif beberapa tugas. Dan lain lain. _Saya sering bertanya pada anak sekolah dasar kelas empat. "Kamu kok tidak sekolah, daring". Katanya "tidak ada tugas." _Boleh saya katakan "darurat dalam pendidikan". Sebab, pengajaran banyak ke kognitif. Hal yang lain yakni afektif dan psikomotorik, kurang. Maklum darurat akibat pandemi Corona virus. Pemakluman. _Melihat berbagai bentuk pelaksanaan pendidikan. Pelaksanaan pendidikan penyesuaian kemampuan. Sangat terkait fasilitas, sarana prasarana, "kemampuan" siswa ataupun lembaga pendidikan, tidak sama se Indonesia. Masing masing menyesuaikan. _Kapan sama, setidaknya mirip hampir sama? Jawabnya...jelas belum tahu. Proses. _Anak anak masih butuh sekolahan atau kampus. Bagi mereka yang masih perlu motivasi dari guru atau dosen. Bisa juga, mereka juga butuh ijasah formal. _Tetapi, melihat masa lalu Thomas Edison penemu listrik. Graham Bill penemu telpon kabel dan lain lain. Tidak butuh sekolahan. Mereka, ilmuwan belajar sendiri. Punya motivasi instrinsik (dalam diri) yang kuat. IQ (intellegence quotient) juga kuat. Dan lain lain pengecualian. _Dalam daring ini setidaknya anak sekolah dasar sudah bisa bertanya ke "mbah google". Katanya. Saat saya tanya. -Salam cerdas dan sehat selalu...aamiin yra. (Gesa)

Tinggalkan Komentar