“Menumbuhkan Rasa Kepedulian Terhadap Dampak Pandemi Untuk Pendidikan”

Aris 113 Kali Dilihat 0 Komentar

“Menumbuhkan Rasa Kepedulian Terhadap Dampak Pandemi Untuk Pendidikan”

Oleh:  Nur Hayati

(Kelompok 22 KKN-T UMSIDA-Prodi Akuntansi)

 

Pandemi merupakan wabah virus yang terjadi di seluruh dunia. Indonesia pun tak terelakkan dari pandemi tersebut. Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang terlihat nyata dalam berbagai bidang, diantaranya ekonomi, sosial, pariwisata, dan pendidikan.

Dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo memberlakukan berbagai program agar mampu mengikuti aturan serta kebijakan yang telah diterapkan sesuai protokol kesehatan, yaitu KKN Tangguh. Program tersebut diberlakukan untuk mahasiswa atau mahasiswi untuk melakukan KKN di wilayahnya masing-masing. Maka dari itu, para peserta KKN Tangguh Umsida diharapkan mampu menjadi lebih efektif serta memberi edukasi pada sebuah program, salah satunya di bidang pendidikan. Karena, bidang pendidikan sangatlah berpengaruh untuk para generasi di masa mendatang.

Erika seorang pelajar SD Negeri Boro merupakan target sasaran program KKN Tangguh Umsida, ia merasa cukup kesulitan dengan kegiatan belajar mengajar yang tidak dapat dilakukan seperti biasanya di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Oleh karena itu, hal tersebut menjadi acuan Nur Hayati dari Desa Sumorame salahsatu mahasiswi peserta KKN Tangguh Umsida kelompok 22, agar mampu melakukan pendampingan proses kegiatan belajar mengajar sesuai kebijakan yang telah diterapkan Kemendikbud kepada para siswa dan siswi, yaitu Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Pembelajaran jarak jauh merupakan proses belajar mengajar yang dilakukan tanpa harus bertatap muka secara langsung dengan guru, melainkan dilakukan secara dalam jaringan (Daring) atau Online.

Dengan adanya pembelajaran jarak jauh, membuat Nur Hayati selaku peserta KKN Tangguh Umsida kelompok 22 tersebut, mempunyai keinginan melakukan pendampingan proses kegiatan pembelajaran jarak jauh kepada siswa atau siswi di wilayah setempat, melalui metode pembelajaran cara menggunakan Google Classroom, Google Meet, aplikasi Zoom bahkan media pendukung lainnya. Sebab, kegiatan pembelajaran jarak jauh secara daring tersebut, biasanya diberikan oleh Guru melalui Whatsapp murid masing-masing.

Adanya proses kegiatan pembelajaran tersebut, maka dimulailah program KKN dengan melakukan pendampingan kepada murid, cara penggunaan aplikasi-aplikasi yang akan digunakan, lalu dilanjutkan dengan memberikan materi-materi yang dapat dimengerti, mudah dipahami, serta mengedukasi bagi murid.

Melalui pendampingan pembelajaran jarak jauh serta pemberian materi-materi itu diharapkan agar murid mengetahui cara kerja serta penggunaan aplikasi tersebut dengan benar dan mampu mengikuti pelajaran yang akan disampaikan oleh Guru. Oleh sebab itu, perlu juga perhatian dari Walimurid agar program kegiatan belajar mengajar yang diharapkan dapat berjalan sesuai yang di inginkan.

Erika murid SD Negeri Boro, selaku target sasaran menyampaikan tanggapannya mengenai KKN Tangguh Umsida, bahwa ia merasakan manfaat dan sangat terbantu dalam proses kegiatan pembelajaran jarak jauh.

"Awalnya saya tidak mengetahui apa yang dimaksud proses kegiatan pembelajaran jarak jauh yang menjadi kebijakan di masa Pandemi Covid-19 ini. Tetapi dengan adanya KKN Tangguh Umsida, sekarang  saya menjadi tahu apa pembelajaran jarak jauh tersebut. Cara penyampaian materi-materi yang diberikan oleh mbak Nur Hayati saat melakukan pendampingan itu dapat dimengerti, mudah dipahami, serta mengedukasi. Sehingga, saya merasakan manfaat dan sangat terbantu cara untuk menggunakan aplikasi yang digunakan saat proses kegiatan pembelajaran jarak jauh tersebut. Melalui metode Dalam jaringan atau Online." Ucap Erika, Sabtu (19/09).

`Walaupun dengan kondisi, dan situasi pandemi saat ini. Bukan berarti akhir dari segalanya untuk pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tetap melaksanakan kegiatan pendidikan.

Tinggalkan Komentar