Pemuda Pusura Ziarah Ke Makam Dr. Soetomo

Dan Ziarah Ke Makam K.H. Mas Mansur

Redaksi 59 Kali Dilihat 0 Komentar

Pemuda Pusura Ziarah Ke Makam Dr. Soetomo

Bangkitkan Budaya Arek Suroboyo

Swaranews.com - Budaya pemuda Kota surabaya yang lebih akrab dengan panggilan arek - arek Suroboyo semakin hari semakin luntur dan bisa - bisa malah hilang ditelan kemajuan jaman. Padahal jiwa kebersamaan yang kuat adalah satu menangnya kita dalam pertempuran 10 Nopember 1945.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Pemuda Pusura, Hoslih Abdullah saat melakukan ziarah ke makam Dr. Soetomo di Kompleks Museum Gedung Nasional Indonesia, Jalan Bubutan Surabaya.

Dr. Soetomo adalah salah satu pendiri Pusura. Terutama untuk anggota Pusura bahwa organisasi ini ada di Suranaya. Namun yang harus diketahui bahwa penditinya adalah tokoh - tokoh nasional, tokoh pergerakan dan pahlawan nasional

"Bukan kehilangan ya, sifat-sifat arek-arek Suroboyo sudah terkikis. Gotong royong, kebersamaan, jiwa sosial yang tinggi, itu kan milik arek-arek Suroboyo. Sekarang ini, bukan habis, sudah tidak seperti dulu," ujar pria yang akrab disapa Cak Dullah, Kamis (12/11/2020).

Menurutnya, penting untuk terus mengenalkan para pahlawan kepada generasi muda, salah satunya Dr. Soetomo. Sebab, ia merupakan salah satu tokoh nasional sekaligus tokoh pergerakan bangsa yang patut diteladani.

"Maka kami komitmen dan konsisten untuk mengawal, bukan budaya arek-arek Surabaya saja, memang harus kita tingkatkan sehingga menjadi percontohan bahwa kebersamaan, gotong royong, persatuan dan kesatuan itu yang membuat kita menjadi kuat. Itu tugas Pemuda Pusura," tegasnya.

Disamping itu, Cak Dullah juga menyampaikan bahwa kini pihaknya tengah berencana untuk mengajukan 10 November sebagai tanggal merah alias libur nasional. Namun saat ini usulan itu masih terus didiskusikan.

"Sudah kami sampaikan kepada para sesepuh. Diantaranya dengan Profesor Zaidun selaku Ketua Umum Pusura. Memang tidak gampang mengusulkan itu (libur nasional) tapi kami akan berjuang karena 10 November kan bukan hanya milik Kota Surabaya, sudah nasional. Setiap 10 November, seluruh Indonesia memperingati Hari Pahlawan," bebernya.

Nah, saat ini Pemuda Pusura kabarnya telah mulai melakukan berbagai kajian. Mereka pun akan segera melakukan diskusi untuk mempersiapkan diri sebelum mengajukan 10 November jadi hari libur nasional.

"Kajian mulai kami laksanakan, mudah-mudahan bisa bersinergi dengan yang lain yaitu Pemerintah Kota dan juga legislatif. Tapi tentu akan kami awali dari Pemuda Pusura," terang Cak Dullah.

Dirinya menyatakan bahwa ide ini bukanlah sesuatu yang berlebihan. Apalagi mengingat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan untuk merdeka dan mempertahankan kemerdekaan dari para penjajah.

"Tentu ini tidak berlebihan karena pahlawan harus diingat dengan pengorbanan mereka, jiwa raga, darah, dan lainnya. Jadi, kenapa tanggal 10 (November) tidak dinikmati untuk memperingati Hari Pahlawan?" Pungkasnya.

Usai dari GNI, rombongan langsung menuju ke Makam K.H. Mas Mansur untuk berziarah. Selain tabur bunga Pemuda Pusura juga melakukan pembacaan yasin, tahlil dan doa di makam tersebut. (mar)

Tinggalkan Komentar