Swaranews.com – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi momentum penting bagi seluruh kader untuk memperkokoh komitmen perjuangan yang berakar pada nilai-nilai pesantren, ajaran para kiai, dan semangat kebangsaan. Memasuki usia ke-28, PKB menegaskan tekadnya untuk terus hadir mengedepankan politik pengabdian lewat mengusung semangat "Bersama Kita Bergerak untuk Indonesia Maju."
Ketua DPC PKB Kota Surabaya, Muhammad Faridz Afif, menyampaikan bahwa Harlah ke-28 bukan sekadar peringatan seremonial perjalanan partai. Lebih dari itu, momen ini merupakan ajang meneguhkan kembali warisan para kiai sebagai fondasi utama perjuangan politik PKB.
Baca juga: PKB Surabaya Dukung Rencana Pemekaran Dapil
"Warisan para kiai harus terus menjadi pedoman dalam setiap langkah politik PKB. Harlah ke-28 ini menjadi saat yang tepat untuk meneguhkan nilai-nilai perjuangan sekaligus memperkuat peran santri sebagai kekuatan moral, intelektual, dan agen perubahan bagi bangsa," ujar Faridz di Surabaya.
Faridz menegaskan, di tengah dinamika politik dan tantangan pembangunan nasional, PKB berkomitmen tetap konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat. Fokus kebijakan partai mencakup:
Baca juga: M. Faridz Afif Resmi Pimpin DPC PKB Surabaya Periode 2026-2031, Targetkan Kejayaan di Pemilu 2029
Pendidikan & Pesantren: Peningkatan kesejahteraan lembaga pesantren dan penguatan SDM.
Ekonomi Kerakyatan: Pemberdayaan ekonomi warga dan penguatan sektor UMKM.
Kesejahteraan Sosial: Kebijakan publik yang berpihak pada kemajuan masyarakat luas.
Lebih lanjut, ia menilai santri memiliki posisi strategis dalam mengawal demokrasi serta mendorong kemajuan bangsa. Dengan bekal keilmuan, akhlak, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman, santri diharapkan mampu tampil memimpin di berbagai bidang kehidupan.
"Santri harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan semangat gotong royong yang diwariskan para kiai. Bersama seluruh elemen masyarakat, kita bergerak untuk Indonesia maju," tegasnya.
Baca juga: DPRD Surabaya Desak Penertiban PKL di Genteng Tanpa Tebang Pilih dan Siapkan Relokasi
Mengakhiri pernyataannya, Faridz mengajak seluruh kader PKB di Kota Surabaya untuk menjadikan momentum Harlah ke-28 ini sebagai penguat soliditas organisasi dan peningkatan kerja-kerja politik yang berdampak langsung pada masyarakat.
"Bagi PKB, politik adalah jalan pengabdian. Semangat para muassis (pendiri) harus terus hidup dalam setiap kebijakan dan langkah perjuangan, demi mewujudkan Indonesia yang adil, sejahtera, dan maju," pungkasnya.
Editor : redaksi