Guru Besar UNIPA Adi Buana Surabaya Managing Director APENSO (Asosiasi Pendidikan dan Sosial) Penasehat swaranews
KASI suntik vaksin Corona, virus mati. Semprot disinfektan virus Corona mati.
Baca juga: Kota surabaya Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Pertanyaanya:
Adakah vaksin Corona? Jawab : ada
Adakah disinfentannya? Jawab: ada.
Sayangnya, dua hal di atas tak menjadi kebijakan. Jika tak ada kebijakan "tentu tak ada dana".
Sebagai dasar agar manusia tak meninggal dunia akibat virus Corona. Ada berbagai perubahan tak sebagaimana lazimnya:
1. Jumatan di Masjid ditiadakan. Dhuhur-an di rumah.
2. Berjamaah di Masjid ditiadakan. Silakan di rumah.
3. Mudik ditiadakan. Pulang ke rumah saja?
4. Tatap muka sekolah/kuliah ditiadakan. Diganti on-line (pulsa bengkak).
Baca juga: Komisi D DPRD Surabaya Sidak Posga Wiyung Pastikan Hak Kesehatan Warga
5. Berbuka puasa dan saur sendirian - jarak jauh. Bersama keluarga - jangan sampai bergerombol.
6. Pegawai kantor tidak tiap hari masuk. Pakai sistem piket.
7. Para tahanan dikeluarkan. Muncul residivis barakasi, meresahkan.
8. Pengangguran TKI makin menumpuk. Malah yang datang/impor TKA.
9. Bagi pembisnis dan pekerja harian, jadi kesulitan bekerja. Itu diantaranya efek negatif isu Corona. A
Baca juga: Dari Lapangan Kantor Buoati, 927 TPK Satukan Langkah Wujudkan Jeneponto Bebas Stunting
ada yang menjadi kebijakan resmi. Resmi: kebijakan pemerintah. Sejak dulu rakyat manut kebijakan pemimpin/pemerintah. Semoga saja pemerintahannya benar alias tidak bohong lokal ataupun global. Dulu, ada gambaran. Gajah itu seperti kipas, padahal hanya pegang lokal "telinga gajah" saja.
Padahal secara global gajah ya gajah...benar benar gajah.
Bagaimana dengan hewan makluk halus "virus Corona"?
Coba pegang lokal dan globalnya, biar tak keliru. Semoga kita sehat selalu...aamiin yra.
(GeSa)
Editor : redaksi