Cari Solusi Tak Perlu Berpolemik

swaranews.com

Swaranews.com - Pemerintah hendaknya tetap melakukan sosialisasi tentang bahaya COVID-19 dan langkah langkah pencegahannya. Program yang telah disusun hendaknya secara konsisten dilaksanakan sesuai rencana. Terkait keinginan legislatif yang ingin membentuk pansus covid -19. Sebaiknya Pemerintah Kota Surabaya bisa bersinergi tanpa harus membentuk pansus.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Pemuda Pusura, Hoslih Abdullah. Dirinya berharap kalangan dewan tidak menambah polemik. Namun mencari solusi bersama guna mengakhiri pandemi covid -19 di Kota Surabaya.

Baca juga: Pemkot Surabaya Perkuat Efisiensi Anggaran dan Inovasi Digital

"Lebih baik para anggota dewan hadir membantu menjalankan program Pemkot Surabaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid -19. Silahkan dewan memaksimalkan fungsi pengawasan agar pandemi ini bisa segera teratasi. Kalau memang ada permasalahan sebaiknya duduk bareng dan mencari solusi terbaiknya," paparnya, Rabu (6/5/2020) di Jalan Ahmad Jais 50 Surabaya.

Menurut pria yang akrab disapa Cak Dullah ini bahwa wacana pembentukan panitia khusus (pansus) pandemi covid -19 bukanlah jalan keluar untuk menangani wabah virus corona.

Baca juga: Fasad Toko Nam Embong Malang Ternyata Replika Kini Resmi Dibongkar

Cak Dullah berharap DPRD sebagai wakil rakyat lebih memikirkan kepentingan rakyat yang mendesak. Mulai dari memutus mata rantai penyebaran virus covid -19, hingga apa yang harus dilakukan demi menjamin kesejahteraan masyarakat

"Saat ini perekonomian masyarakat sedang anjlok. Banyak warga kota ini yang tak lagi sanggup memenuhi kebutuhan pokoknya. Nah, hal itulah yang harus segera dilakukan agar rakyat tak kelaparan," tegas Ketua Umum Pemuda Pusura ini.

Baca juga: Surabaya Genjot Literasi Statistik Lewat Kelurahan Cantik 2026

Cak Dullah juga berharap agar pemerintah kota juga tidak berjalan sendirian. Karena, lanjutnya, pemerintahan di Indonesia ini terdiri dari dua sisi, yakni Pemkot sebagai eksekutif dan DPRD Kota Surabaya sebagai legislatif. Ada juga elemen masyarakat dengan semangat gotong royong dan kebersamaan.

"Pemkot itu adalah partner DPRD Kota Surabaya. Begitu juga sebaliknya. Jadi kami berharap jangan menambah polemik. Terpenting, mari bersama - sama kita atasi setiap permasalahan dengan saling menghormati tupoksi masing - masing," pungkasnya. (mar)

Editor : redaksi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru