DPRD Kota Surabaya Ingatkan Kejelian dan Ketegasan Dinas Pendidikan dalam SPMB 2025

Reporter : amar


Swaranews.com - Memasuki akhir April 2025, dunia pendidikan telah memeasuki ujian akhir di masing-masing sekolah. Selanjutnya akan ada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang disesuaikan dengan masing-masing daerah. Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa untuk lulusan Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) data sementara ada sekitar 38.202 siswa.


Menanggapi hal itu, Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am, anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya mengatakan bahwa sesuai dengan data tersebut semestinya sudah tidak ada masalah. Tinggal bagaimana Dinas Pendidikan memformulasikan agar seluruh lulusan sekolah dasar dapat melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Menengah Pertama, baik negeri maupun swasta yang ada.

Baca juga: Anas Karno Dorong Pelayanan Publik yang Cepat, Responsif dan Humanis


“Sesuai paparan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya kemaris disebutkan bahwa ada empat jalur SPMB. Pertama Jalur Afirmasi 20 persen, Jalur Perpindahan Orang Tua atau mutasi 5 persen, Jalur Prestasi 35 persen dan Jalur Domisili 40 persen. Penting untuk dicatat, bahwa pemerintah kota ini tetap akan memberikan intervensi dan bantuan yang sama bagi murid yang ditrerima di SMP Negeri maupun swasta,” ujar Ghoni kepada Swaranews.com Minggu (20/4/20250 di Surabaya Utara.


Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am mengingatkan agar dinas pendidikan memperhatikan para siswa berkebutuhan khusus. Jangan sampai anak berkebutuhan khusus di satukan dengan mereka yang tak berkebutuhan khusus. Hal itu demi untuk memberikan ruang kepada Anak Berkebutuhan Khusus dan juga mempermudah para guru untuk melaksanakan tugasnya.

Baca juga: DPRD Surabaya Pertegas Semua Anak Usia Sekolah Bisa Tertampung di SPMB 2026


“Ketersediaan kursi sebagai kouta bisa dicermati lebih jeli dengan jumlah calon murid baru yang ingin melanjutkan pendidikannya. Termasuk para lulusan SD yang hendak melanjukan pendidikannya di luar kota atau luar pulau. Apakah akan ke pondok, mengikuti perpindahan dinas orang tuanya dan lain sebagainya,” terang Ghoni sapaan akrab Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am.


Legislator muda yang juga Bendahara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya ini juga mengingatkan pentingnya perhatian orang tua dalam pendidikan putra-putrinya. Ghomi menyebutkan bahwa 70 persen anak-anak yang jatuh ke jurang kenakalan berasal dari keluarga-keluarga yang notabene kurang baik. Jadi diperlukan dukungan dari semua lini dalam melakukan pendidikan dan pengawasan terhadap seorang anak. Baik dari orang tua, pemerintah dan seluruh elemen yang ada di Kota Surabaya. 

Baca juga: Plh Wali Kota Dukuh Penuh Kebangkitan Ekonomi UMKM di Surabaya


“Banyak orang tua lupa, bahwa dengan menyekolahkan anaknya, mereka pikir tanggung jawabnya sudah selesai. Kolaborasi semua sektor itu penting untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa, khususnya di Kota Pahlawan ini. Termasuk lingkungan sekitar, bagaimana membentuk karakter anak itu menjadi lebih baik lagi untuk melanjutkan tongkat estafet generasi berikutnya,” pungkas Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am. (Mar)

 

Editor : amar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru