​DPRD Surabaya Desak Pemkot Segera Seleksi Direksi BUMD yang Habis Masa Jabatan

Reporter : amar
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko (Tim)

Swaranews.com – Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi untuk segera mempercepat proses seleksi rekrutmen direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang masa jabatannya telah berakhir.

​Yona menyoroti pentingnya segera mengisi posisi vital tersebut, terutama di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Surya Sembada dan Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Baca juga: Anas Karno Dorong Pelayanan Publik yang Cepat, Responsif dan Humanis

​“Kami DPRD meminta kepada pemkot dalam hal ini Wali Kota Eri Cahyadi segera melakukan seleksi rekrutmen posisi vital di Direksi BUMD, yang saat ini sudah habis masa jabatan. Baik itu di Direksi Surya Sembada maupun di Direksi Kebun Binatang Surabaya (KBS),” ujar Yona di Surabaya, Selasa (25/11).

​Kekhawatiran Soal PLT

​Legislator dari Partai Gerindra ini menegaskan bahwa meskipun Pemkot telah menunjuk Pejabat Pelaksana Tugas (PLT) Direksi, posisi ini memiliki keterbatasan wewenang yang dapat menghambat kebijakan strategis perusahaan.

​“Kalaupun memang telah ditunjuk PLT-nya, maka yang dikhawatirkan PLT ini kan tidak diberikan wewenang mengambil kebijakan strategis terkait dengan operasional BUMD tersebut. Maka lakukanlah proses seleksi maupun rekrutmen,” paparnya.

​Menurutnya, ketiadaan direksi definitif dapat berdampak pada operasional dan pengembangan BUMD, mengingat PLT tidak dapat mengambil keputusan yang bersifat jangka panjang dan strategis.

Baca juga: DPRD Surabaya Pertegas Semua Anak Usia Sekolah Bisa Tertampung di SPMB 2026

​Dorongan Proses Seleksi Transparan dan Terbuka

​Yona mendorong agar proses seleksi direksi BUMD ini dilakukan dengan pola yang serupa dengan rekrutmen jabatan eselon di lingkungan Pemkot, seperti Kepala Dinas, Kepala Bagian, maupun Sekretaris Daerah (Sekda). Ia menekankan pentingnya proses yang transparan dan akuntabel.

​“Kami mendorong proses rekrutmen dilakukan transparan dan akuntabel. Bisa diseleksi dengan pola yang sama sebagaimana yang terjadi di beberapa waktu yang lalu. Bagaimana proses Kabag, Kadis di pejabat-pejabat eselon itu, itu dilakukan dengan terbuka,” kata Yona.

Baca juga: Plh Wali Kota Dukuh Penuh Kebangkitan Ekonomi UMKM di Surabaya

​Lebih lanjut, Yona menyarankan agar seleksi rekrutmen ini melibatkan berbagai unsur, baik organik maupun non-organik, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN. Tujuannya adalah untuk menjaring kandidat terbaik yang memiliki potensi dan kredibilitas tinggi untuk memimpin BUMD.

​“Perlu dilibatkan dari unsur organik maupun non-organik. Baik itu dari unsur ASN maupun non-ASN, yang tentunya mereka memiliki potensi dan kredibilitas terkait dengan jabatan. Atau posisi yang dibutuhkan,” pungkas Yona Bagus Widyatmoko. (Mar)

Editor : redaksi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru