Pemuda Pusura Usulkan 10 Nopember Libur Nasional

Redaksi 173 Kali Dilihat 0 Komentar

Pemuda Pusura Usulkan 10 Nopember Libur Nasional

Swaranews.com - Setiap tanggal 10 Nopember setiap tahunnya, Indonesia selalu memperingatinya sebagai Hari Pahlawan. Namun, Pemerintah Indonesia tidak menerapkan tanggal tersebut sebagai tanggal merah yang berarti hari libur nasional.

Hal itu diungkapkan oleh Hoslih Abdullah selaku Ketua Pemuda Pusura. Dirinya menyatakan bahwa pihaknya akan mengusulkan tanggal 10 Nopember sebagai hari libur nasional. Sebab baginya, Hari Pahlawan ini bukan hanya milik masyarakat Surabaya. Tetapi diperingati secara nasional.

"Jadi secara resmi kami akan mengusulkan agar 10 Nopember itu di kalender kita menjadi merah. Artinya harus menjadi hari libur nasional. Untuk menuju kesana ua harus ada ketetapan dari Pemerintah pusat," terang Cak Dullah sapaan akarab Ketua Pemuda Pusura ini, Selasa (10/11/2020) di Gedung Pusura, Jalan Yos Sudarso Surabaya.

Dirinya menjelaskan bahwa segala sesuatu terkait usulan itu telah dipersiapkan. Baik surat menyuratnya, maupun segala hal yang dibutuhkan sebagai persyaratan usulannya. Pemuda Pusura berupaya serius agar Har Pahlawan menjadi hari libur nasional.

"Termasuk kajian, kita akan siapkan dan lakukan kajian tersebut dalam satu tujuan agar 10 Nopember tidak hanya momentum sesaat. Namun bisa diabadikan secara utuh," ungkap Cak Dullah.

Pria berkumis ini menjelaskan bahwa berbagai literasi telah menyebutkan betapa momentum 10 Nopember adalah monentum perjuangan arek - arek Suroboyo dalam mempertahankan bumi indonesia dari cengkraman penjajah.

Maka, lanjut Cak Dullah, bukanlah hal yang berlebihan kalau pihaknya mengusulkan kepada pemerintah agar tanggal 10 Nopember dijadikan hari libur nasional.

"Kebetulan kami ini ada di Pusura, dimana organisasi ini didirikan oleh para pahlawan negeri ini. Organisasi ini lahir pada 26 September 1936. Tentu pendirinya banyak berperan aktif dalam perjuamgan kemerdekaan RI, dan juga turut aktif dalam mempertahankan kemerdekaan nusantara ini," papar Cak Dullah. (mar)

Tinggalkan Komentar