Ini Solusi Pemkot Untuk Warga Gundih Surabaya

avatar swaranews.com

Swaranews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memfasilitasi pertemuan antara warga RW 3 Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, dengan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Melalui pertemuan ini, pemkot berharap permasalahan mengenai lahan tanah yang dihuni warga tersebut bisa dicarikan solusi terbaik. Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji mewakili Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memimpin forum pertemuan yang berlangsung di ruang sidang Sekda Balai Kota Surabaya, Rabu (19/1/2022).

Baca Juga: Ketua Kadin Surabaya Usulkan 10 Terobosan untuk THR dan TRS

"Kewajiban kita (pemkot) tentu mendengarkan aspirasi dari warga, kita tampung, kita lakukan mediasi. Karena mengedepankan kekeluargaan itu yang paling penting," kata Wawali Armuji di sela kegiatan forum.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, Arief Boediarto menilai, bahwa permasalahan yang muncul antara warga RW 3 Gundih dengan PT KAI adalah reaksi spontanitas. Pihaknya berharap, permasalahan ini dapat diselesaikan dengan kepala dingin.

"Jadi ketika ada hal-hal seperti ini, harus berpikir dingin. Karena memang peran-peran kami (Pemkot Surabaya) saat ini adalah untuk menemukan solusi sesuai harapan, ide-ide Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) seperti itu," kata Arief.

Baca Juga: Peduli dan Ramah Lingkungan PKS Kota Surabaya Sebar Paket Hewan Kurban Idul Adha 1445H Pakai Kemasan

Pihaknya memastikan, akan terus memfasilitasi warga maupun PT KAI dalam menyelesaikan permasalahan ini. Menurut dia, setiap permasalahan itu tentu saja bisa dicarikan solusi terbaik.

"Jadi justru jangan ada kemudian pihak-pihak yang mengompori. Kita tidak ingin seperti itu. Kita harapkan Surabaya tetap aman, tertib dan nyaman," tuturnya.

Baca Juga: DPC Demokrat Kota Surabaya Berbagi Daging Kurban

Di sisi lain, Arief juga mengharapkan kepada stakeholder terkait agar dapat memperhatikan aspek sosial masyarakat. Yakni, dengan cara memperhitungkan, mempersiapkan dan merencanakan langkah terbaik apa yang akan ditempuh selanjutnya.

"Nah, ketika stakeholder terkait akan melaksanakan semacam pembangunan atau apa, mereka (warga) juga harus dipikirkan. Itu yang kami harapkan seperti itu," tandasnya. (mar)

Editor : redaksi