Swaranews.com - Pemerintah Kota Surabaya melalui Walikota Surabaya Eri Cahyadi melakukan pencanangan Hari Padat Karya pada Jum'at, 25 Maret 2022 lalu.
Hal itu dilakukan deni untuk mengurangi pengangguran di Kota Pahlawan ini. Pencanangan tersebut, diapresiasi oleh Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya Buchori Imron.
Baca Juga: HUT Ke-99 Usung Semangat Persebaya Untuk Semua
"Dengan gagasan pemkot terkait bulan padat karya saya sangat senang dan bangga sekali," ujarnya, kemarin.
Menurut legislator asal Partai Peesatuan Pembangunan (PPP) ini, supaya program padat karya ini berjalan lebih optimal, Buchori Imron mendorong, supaya pemkot Surabaya memanfaatkan seluruh aset lahan tidur miliknya.
"Kalau didata bisa jadi aset lahan tidur milik Pemkot Surabaya luasnya ribuan hektar. Ini harus dibuat supaya aset ini bekerja," harapnya.
Buchori Imron membandingkan dengan perilaku masyarakat di sejumlah negara maju, yang membuat aset miliknya bekerja untuk dirinya.
"Banyak cara yang bisa dilakukan agar lahan tidur ini bekerja. Misalnya memperkerjakan warga sekitar untuk menggarap dan menghasilkan," papar Buchori.
Dirinya mencontohkan budidaya maggot. Hasil budidaya ini sangat besar, namun tidak membutuhkan lahan yang luas dan pekerja yang banyak.
Baca Juga: M. Faridz Afif Resmi Pimpin DPC PKB Surabaya Periode 2026-2031, Targetkan Kejayaan di Pemilu 2029
"Satu kilogram maggot nilai jualnya Rp 8 ribu. Dengan luas lahan yang tidak besar dan cukup dikerjakan oleh 4 orang saja, bisa menghasilkan 6 ton. Kalau ditotal bisa mencapai Rp 48 juta," papar Buchori.
"Bayangkan kalau budidaya ini dilakukan dibeberapa titik aset lahan tidur milik pemkot Surabaya, hasilnya bisa untuk membayar banyak tenaga out sourching pemkot Surabaya termasuk pekerja di lahan garapan tersebut," sambungnya.
Buchori kembali mencontohkan budidaya kangkung unggul. Hasil pertanian ini bisa dijual ke hotel, restoran. Sehingga bisa menjadi income pemerintah kota.
"Pemkot juga bisa mendirikan tempat-tempat usaha bagi UMKM di lahan tersebut," terang Ketua DPC PPP Kota Surabaya ini.
Baca Juga: Curhat Keluarga Almarhum ke Anas Karno: Minta Pengunkapan Kasus hingga Tuntas
Namun demikian, Buchori mengingatkan agar lahan itu tetap dikelola oleh Pemkot Surabaya dengan mempekerjakan masyarakat sekitar yang ahli dibidang yang dibutuhkan.
"Jangan kemudian menyerahkan ke warga sebagai tanah garapan. Karena akan ada anggapan ini dapat kok situ tidan dapat. Sehingga terjadi benturan," ingatnya.
Untuk itu lBuchori menegaskan bahwa hal penting yang harus dilakukan Pemkot Surabaya adalah manajemen yang bagus, begitu pula dengan permodalan, konsep dan pengaturan SDM.
"Nantinya juga harus diperkuat dengan regulasi," tutupnya. (mar)
Editor : redaksi