Armuji : Tradisi Megengan dan Nyekar ini adalah Bydaya Luhur

avatar swaranews.com

Swaranews.com - Ramadhan yang akan menjadi bulan penuh berkah bagi kaum Muslim di Indonesia. Disambut dengan berbagai kegembiraan dan persiapan menuju bulan suci di tahun 1443 Hijriyah.

Salah satunya dengan ritual "megengan" atau "nampani" dalam rangka menyambut bulan penuh pengampunan ini. Disamping itu juga ada budaya "nyekar' atau ziarah ke makam keluarga.

Baca Juga: Surabaya Terbaik ke-1 dalam SATA Award Provinsi Jatim 2023

Begitu juga dengan Wakil Walikota Surabaya, Armuji. Orang nomor dua di Pemerintah Kota Surabaya ini melakukan ziarah ke makam orang tua yang berada di Sumenep, Madura.

"Ramadhan ini dengan pelonggaran aktivitas, Alhamdulillah bisa nyekar dan mendoakan orang tua kami yang berpulang mendahului kita," ujar Wakil Walikota Armuji.

Baca Juga: Wakil Walikota Armuji Ingin SCCIFAF Jadi Sarana Pertukaran Budaya

Pria yang akrab disapa Cak Ji menyampaikan bahwa ziarah Sebagai salah satu rangkaian tradisi dalam keluarganya dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Selain itu juga "Megengan" dengan berdoa bersama serta "ater - ater" berbagi kue Apem.

"Tradisi ini tetap hidup kalau kita jalankan rutin, begitu luhur nilai - nilai yang diwariskan. Kita juga diminta 'Eling' bahwa semua hanya sementara dan senantiasa berbagi pada sesama," ungkapnya.

Baca Juga: Persebaya Beri Kado Terindah Ultah Kota Surabaya Taklukkan Bali United

Cak Ji menyebutkan di Kota Surabaya masih banyak masyarakat yang tengah mempersiapkan menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan tetap menjalankan tradisi luhur seperti "Megengan" dan Nyekar. Menurutnya itu juga menjadi nilai positif karena aktivitas masyarakat bisa kembali bergerak yang membawa optimisme pada sektor ekonomi.

"Selamat Menjalankan ibadah puasa Ramadhan, semoga seluruh Warga Kota Surabaya mendapatkan keberkahan di bulan suci ini," ucap Wakil Walikota Surabaya Armuji. (mar)

Editor : redaksi