Komisi B Minta PDTS KBS Kaji Ulang Rencana Program ‘Night Zoo’

avatar swaranews.com

Swaranews.com – Rencana pengelola Kebun Binatang Surabaya yang akan menggelar program "Surabaya Night Zoo" atau kebun binatang malam hari, mendapatkan perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya.

Seperti yang disampaikan Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Anas Karno bahwa Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya hendaknya mengkaji ulang rencana program Surabaya Night Zoo tersebut.

“Satwa selama ini kalau malam itu istirahat. Namun, dengan adanya night zoo ini, apakah nantinya tidak mengganggu waktu istirahatnya?” ujarnya, Kamis (7/4/2022).

Anas menyampaikan bahwa pertimbangan utama dari program Surabaya Night Zoo adalah dampak terhadap kelangsungan hidup satwa yang ada di KBS.

"Layaknya manusia, satwa itu perlu jam-jam tertentu untuk istirahat. Jika dipaksakan tidak tidur saat malam hari, dikhawatirkan satwa nantinya malah stres dan memicu kematian," ungkap legislator PDI Perjuangan ini.

Anas karno menyebutkan, luas area KBS yang dinilai terlalu sempit untuk penerapan konsep night zoo juga perlu menjadi pertimbangan juga.

“Saya rasa jika tidak satu kawasan kami sepakat. Tapi, jika satu kawasan dibagi, itu yang tidak sepakat karena akan mengganggu satwa,” terangnya.

Anas Karno menyatakan bahwa selama ini, pihaknya selalu mendukung upaya-upaya yang dilakukan PDTS KBS demi menjaga keberlangsungan hidup satwa di KBS.

"Namun, setiap program harus dilakukan kajian yang mendalam terutama terhadap kelangsungan hidup satwa koleksi KBS,"bebernya.

Sebelumnya, Direktur PDTS KBS Khoirul Anwar saat rapat bersama Pansus LKPJ Wali Kota Surabaya Tahun Anggaran 2021 pada pekan lalu mengatakan bahwa program Surabaya Night Zoo di KBS dan Penangkaran Komodo di Kawasan Hutan Mangrove Wonorejo merupakan prioritas segera diwujudkan.

"Dua program tersebut menjadi rencana besar PDTS KBS untuk direalisasikan," tutur Khoirul, pekan lalu. (Adv)

Editor : redaksi