Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Fasilitasi Keluhan Warga

avatar swaranews.com

Swaranews.com - Permasalahan data MBR yang tiba-tiba berubah menjadi salah satu keluh kesah warga Kecamatan Sukolilo, Surabaya Timur saat bertemu langsung dengan Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono dalam agenda reses atau penjaringan aspirasi masyarakat.

Menanggapi hal itu, Adi Sutarwijono menyampaikan memang di beberapa wilayah ada keluhan-keluhan terkait warga yang asalnya terdata di Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Tetapi kemudian menjadi tak masuk di data MBR tersebut.

"Untuk itu solusinya kita Salurkan keluhan mereka dan kita fasilitasi ke Pemerintah kota surabaya. Saya harap Pemkot Surabaya bisa memberikan jalan keluarnya," ujarnya di Gedung Wanita, Jalan Kalibokor Selatan, Rabu (18/5/2022) malam.

Seperti yang diungkapkan oleh Sholati dari kelurahan klampis ngasem yang menceritakan bahwa pihaknya selaku kader surabaya hebat telah mendata banyak untuk MBR. Namun kenyataannya setelah dicek banyak yang gak masuk. Juga yang sebelumnya sudah masuk data MBR tetapi yang terjadi kemudian malah gak masuk.

"Akibatnya kami menjadi sasaran kecurigaan masyarakat. Kami dianggap tidak adil," keluh Sholati.

Mendengar itu, Adi Sutarwijono langsung menjawab agar datanya dikirim ke dirinya. Hal itu untuk memudahkan melakukan kroscek data dan penyelesaiannya.

"Saya minta datanya dan akan saya kroscek ke Pemerintah kota nanti akan kita bantu. Karena soal itu teknisnya di Pemkot Surabaya. Tugas Saya mengartikulasikan itu kepada pemerintah bahwa ada persoalan seperti itu," papar politisi dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya ini.

Dia kemudian menyebutkan bahwa terdapat kejadian serupa di wilayah lain. Dari upayanya itu ada yang kemudian bisa dikembalikan sebagai MBR. Namun memag akan dikroscek kembali oleh Dinas Sosial.

"Nanti akan saya cek, kenapa ada perubahan-perubahan seperti itu," tegasnya.

Yayuk dari kelurahan Nginden RW 03 mengusulkan agar honor para kader bisa disamakan dengan Modin. Sebab, baginya para kader di Kota Pahlawan ini juga cukup banyak.

"Saran saya 400 ribu rupiah itu iditerima dulu nanti kalau ekonomi sudah membaik dan APBD lebih besar lagi, kita akan perjuangkan adanya peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Kota Surabaya," tutup Adi Sutarwijono. (mar) 

Editor : redaksi