Ketua DPRD Surabaya: Kembalikan ke Niat Awal Bantu Pelajar SMA/SMK MBR

avatar swaranews.com
Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono. (Tim)
Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono. (Tim)

Swaranews.com - Pemerintah Kota Surabaya telah mengumumkan pemberian Beasiswa Pemuda Tangguh. Program ini ditujukan untuk memberikan bantuan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang sedang menempuh pendidikan SMA/SMK dan sederajat.

Namun, yang terjadi di lapangan masih banyak warga Kota Surabaya yang belum bisa mengakses dan mendaftar pada program tersebut.

Baca Juga: Satpol PP Surabaya Sanksi Remaja Hendak Tawuran untuk Rawat ODGJ di Liponsos

Akibatnya banyak aduan yang diterima oleh Anggota DPRD Kota Surabaya terkait program tersebut. Bahkan Komisi D DPRD Kota Surabaya sudah mengundang Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga serta Pariwisata untuk mencari solusi agar program tersebut benar-benar dinikmati oleh warga Kota Pahlawan ini.

"Ini yang harus dicari, apa kendala di lapangan. Apakah sosialisasinya, atau memang kendala teknis lainnya," ujar Khusnul Khotimah, Senin (11/7/2021) di gedung DPRD Kota Surabaya.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Adi Sutarwijono mengharapkan agar pemerintah kota hadir untuk membantu mencarikan solusi, guna menyelamatkan generasi bangsa yang ada di Kota Pahlawan ini.

Baca Juga: Wali Kota Eri Cahyadi Beri Penghargaan KAS-RPA kepada 19 Kampung di Surabaya

"Saya berharap agar Pemkot Surabaya kembali kepada semangat dan niat awal terhadap bantuan untuk pelajar SMA/SMK, warga Surabaya yang MBR, baik negeri maupun swasta," terangnya.

Adi mengingatkan bahwa pembahasan Rancangan APBD tahun 2022, antara Pemkot dan DPRD Kota Surabaya, sekitar Oktober-awal Nopember tahun lalu.

Baca Juga: KKN Tematik UMSIDA Manfaatkan Lahan Kosong Wisata Coban Goa Jalmo Pasuruan

"Niat awalnya, bea siswa itu untuk membantu pembiayaan ribuan pelajar Surabaya pada jenjang SMA/SMK kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Sehingga mekanisme dan persyaratan dipermudah,” papar Adi Sutarwijon. (mar)

 

Editor : redaksi