DPRD Surabaya Harapkan Optimalisasi Dakel Guna Pemberdayaan Masyarakat

avatar swaranews.com
Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Camelia Habiba. (Bachan)
Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Camelia Habiba. (Bachan)

Swaranews.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya menyarankan agar dana kelurahan lebih fokus dimanfaatkan untuk pemberdayaan  masyarakat. Tentunya juga untuk pembangunan di masing-masing wilayah kelurahan yang ada.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Camelia Habiba. Dirinya menyampaikan bahwa dalam rapat dengan beberapa kecamatan di kawasan Surabaya 3 dan Surabaya 2 serya Surabaya 5. Ternyata masih ditemukan dana Kelurahan ini didominasi untuk pemberian permakanan.

"Padahal amanah dari Permendagrii 130 tahun 2018 yang namanya dana kelurahan itu untuk pembangunan infrastruktur dan pembangunan pemberdayaan,membangun SDM.  Sehingga semangat untuk mengembalikan ekonomi memulihkan ekonomi itu benar-benar bisa dimaksimalkan dari  dana kelurahan," ujarnya, Rabu (2/11/2022) di Jalan Yos Sudarso, Surabaya.

Habiba menjelaskan bahwa semagatnya Walikota Surabaya saat sambang warga, selalu menyemangati warganya agar terus meningkatkan semangat bangun kampung. Mulai kampung tematik, kampung literasi, hongha kampung inovasi.

"Nah, untuk menuju kesana, ini kan perlu digali, perlu di eksplor kemampuan warga setempat. Tentunya dengan pemberdayaan masyarakat. Dengan melakukan pelatihan-pelatihan. Ternyata, para Lurah tersebut tidak bisa mengapkikasikan semangatnya Walikota, karena tidak disupport anggaran," papar Wakil Kerua Komisi A yang akrab disapa Ning Biba ini.

Politisi asal Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan bahwa TAPD ini tidak seiring dengan keinginan Walikota. Dari hasil rapat yang membahas APBD tersebut, para Lurah meminta waktu untuk merevisi rancangan anggarannya terkait dana kelurahan.

"Sehingga nanti di 2023 mereka akan mengoptimalkan pos anggaran unruk pemberdayaan masyarakat. Sehingga bangkit lebih cepat, pulih lebih kuat benar-benar terealisasi di 2023," tutup Camelia Habiba. (mar)

Editor : redaksi