PMM Di Unitomo Bertukar Sementara Bermakna Selamanya

avatar swaranews.com

Swaranews.com - Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) yang di inisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia telah berjalan dengan baik, khususnya PMM di Universitas Dr. Soetomo (unitomo) Surabaya.

Dr. Annafi selaku dosen pembimbing Modul Nusantara (MN) telah menyusun beberapa kegiatan yang berkaitan langsung dengan Kebhinnekaan, kebanggsaan dan Refleksi terhadap budaya-budaya nusantara sampai kepada kuliner nusantara.

Baca Juga: Peduli dan Ramah Lingkungan PKS Kota Surabaya Sebar Paket Hewan Kurban Idul Adha 1445H Pakai Kemasan


Terbukti dalam kegiatan MN yang digelar pada hari Senin, 7 November 2022 ini, Annafi membuat suatu program kegiatan dengan tajuk Menjelajahi kuliner nusantara dengan segala ciri khas dan sejarahnya.

Beragamnya daerah yang terbentang dari Sabang hingga Merauke tidak hanya menjadikan Indonesia kaya akan suku dan budayanya melainkan juga ragam kulinernya, bertempat di Gedung F lantai 3 PMM Unitomo melaksanakan kegiatan kuliner nusantara guna untuk memperkenalkan makanan khas daerah masing-masing mahasiswa PMM berasal.

“Kegiatan modul nusantara tidak hanya menguatkan tentang wawasan kebangsaan, toleransi dalam keberagaman, akan tetapi merajut kekeluargaan dan kebersamaan dalam bingkai kuliner nusantara, dimana mahasiswa yang satu dan yang lain nya saling mencicipi makanan khas daerah masing-masing sekaligus di ceritakan sejarah lahirnya makanan itu sendiri dan kapan makanan khas itu disuguhkan dan dijadikan sebagai oleh-oleh,” tutur Annafi.

Baca Juga: DPC Demokrat Kota Surabaya Berbagi Daging Kurban

Salah satu perwakilan Mahasiswa memperkenalkan coto mangkasara atau Coto makassar makanan tradisional Suku Bugis dan Suku Makassar, Sulawesi Selatan. Konon coto ini sudah ada sejak masa Kerajaan Gowa Tepatnya di Kabupaten Gowa pada abad ke-16 yang dulunya hidangan coto ini hanya disajikan kepada keluarga kerajaan.

Melan Ayu Shafira, Mahasiswa yang berasal dari makassar menyampaikan bahwa kegiatan PMM ini tidak hanya menambah wawasan, ilmu dan pengetahuan, lebih dari semua itu, kegiatan ini telah melahirkan kebersamaan dari banyaknya perbedaan dari mereka semua.

Baca Juga: Tingkatkan Layanan Kesehatan Preventif, Pemkot Surabaya Resmikan 153 Pustu ILP

 

"Tentunya tidak hanya memberikan kesan dan pesan melainkan akan menyisakan kenangan sepanjang ingatan kepada kami semua, sesuai dengan tagline PMM, Bertukar Sementara, Bermakna Selamanya,” tutupnya. (mar)

Editor : redaksi