Implementasi Pemasaran Berbasis Digital Produk UMKM Di Lingkup Ponpes

avatar swaranews.com

Swaranews.com - Universitas Airlangga menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kampus 1 Universitas Syarifuddin bertajuk ‘Implementasi Pemasaran Berbasis Digital Produk UMKM Anggota Koperasi Pondok Pesantren Syarifuddin Lumajang, dalam mewujudkan Suistainable Development Goals’.

"Dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, maka aplikasi dari Pengabdian Masyarakat ini adalah pendidikan informal berbentuk pelatihan e-commerce produk UMKM anggota Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) dalam menjaga kelangsungan usaha pada era 4.0," kata Ketua Pengabdian Masyarakat, Widya Sylviana, Ph.D.

Baca Juga: Tingkatkan Layanan Kesehatan Preventif, Pemkot Surabaya Resmikan 153 Pustu ILP

Untuk peserta Pengabdian Masyarakat berjumlah 30 orang pemilik UMKM yang memiliki produk makanan minuman dan jasa. Mereka merupakan binaan dari Kopontren Syarifuddin.

Adapun produk yang dihasilkan pemilik UMKM binaan tersebut antara lain pisang roll coklat, camilan kedelai pedas manis, snack mie lidi, kripik buah salak dan nangka, rambak pisang, bubuk kopi, frozen food. Selain itu, ada pula yang menjual buket bunga, kopiyah, hijab hingga jasa percetakan dan jasa usaha salon.

Mayoritas produk yang dihasilkan merupakan produk lokal yang memiliki potensi dalam pengembangan serta memenuhi persyaratan untuk memasuki pasar pada era modern. Namun di sisi lain, mayoritas anggota Kopontren memiliki ilmu pengetahuan yang terbatas dalam bidang pemasaran digital.

"Sehingga diperlukan adanya pendampingan bagi anggota UMKM binaan Kopontren, salah satunya melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat ini, agar dapat meningkatkan pangsa pemasaran dan dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku usahanya," ia mengungkapkan.

Bertindak sebagai pemateri pertama dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat ini, Atik Purmiyati, Ph.D. mengisi materi mengenai perkembangan UMKM dalam menghadapi industri 4.0.

"Potensi UMKM sangat menjanjikan, baik di masa sekarang maupun di masa depan, utamanya usaha mikro, karena keberadaan aksesnya lebih mudah dan cepat beradaptasi dengan pasar. Sehingga diperlukan adanya inovasi yang terus menerus ada dalam setiap UMKM agar kegiatan usahanya dapat berkelanjutan (sustainable) dan dapat bersaing di era digital seperti sekarang ini," kata Atik Purmiyati, Ph.D.

Inovasi yang dimaksud tidak hanya berada dalam proses produksi saja, namun juga inovasi dalam menjualkan produk secara online dengan visual produk yang menarik.

"Pemasaran digital juga penting dalam menjaga keberlanjutan usaha, karena dengan adanya sosial media dapat memperluas pangsa pasar secara digital dan dapat meningkatkan jumlah konsumen. Sehingga dapat meningkatkan omset penjualan secara signifikan," ia menjelaskan.

Selanjutnya, pemateri kedua yakni Dr. Rahmat Yuliawan, mengisi materi mengenai pemasaran online. Pada kegiatan ini, ia menjelaskan bahwa pemasaran online sejatinya dapat dilakukan oleh semua orang, mengingat setiap orang pasti mempunyai gadget atau handphone yang dapat digunakan untuk kegiatan usahanya.

"Ternyata, banyak peserta yang baru mengetahui bahwa pada kamera handphone mereka dapat digunakan untuk mengambil foto dengan opsi aturan yang lebih tajam dan jernih. Dengan pengambilan angle kamera yang tepat, maka dapat menunjang keberhasilan pemasaran secara online, karena konsumen biasanya melihat produknya terlebih dahulu baru membeli produknya," kata Dr. Rahmat Yuliawan.

Pada kesempatan ini, peserta binaan Kopontren juga diajarkan dalam membuat platform online untuk menjual hasil produknya, salah satunya melalui pembuatan akun Instagram bisnis. Peserta juga diajarkan untuk mengupload foto pada timing yang tepat dan membuat caption foto maupun video produknya pada akun masing-masing.

Berikutnya, pemateri ketiga diberikan oleh Agus, MM. yang mengisi materi mengenai strategi komunikasi penjualan online. Dalam hal ini, pemateri menunjuk salah satu peserta untuk mempromosikan produk usahanya dengan berbicara di depan peserta lainnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Beri Solusi PD Pasar Surya Terkait Pedagang di Trotoar

"Kegiatan ini disebut sebagai kegiatan mengendorse sejumlah figur yang terkenal untuk mempromosikan suatu produk agar penggemar dari figure tersebut juga tertarik untuk membeli produk usaha yang dipromosikan," kata Agus, MM.

Sementara itu, Gus Wadud selaku Ketua Yayasan Pondok Pesantren Syarifuddin menyatakan bahwa dengan adanya kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh Universitas Airlangga ini sangat bermanfaat untuk anggota pemilik UMKM binaan Kopontren, karena dapat memotivasi pemilik usaha untuk terus memperluas pangsa pasarnya melalui pemasaran online.

"Sehingga produk mereka lebih dikenal oleh masyarakat luas, tidak hanya di wilayah pondok pesantren saja namun juga di seluruh wilayah Kabupaten Lumajang dan di luar kota Kabupaten Lumajang," kata Gus Wadud memungkasi. (res)

 

 

 

 

Baca Juga: Pemkot Gelontorkan Dana Lebih dari Rp500 M Per Tahun untuk Warga KTP Surabaya Untuk Berobat Gratisat

Caption foto:

 

 Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Airlangga bersama Ketua Yayasan Pondok Pesantren Syarifuddin.

 

 

 

Editor : redaksi