Anas Karno Pastikan PKL Srikana Tidak Digusur

avatar swaranews.com

Swaranews.com - Ramadan sebagai bulan yang penuh berkah kini dirasakan langsung olrh para prdagamg yang berada di Jalan Srikana, Surabaya. Hal itu merekabrasakan setelah Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Anas Karno.

"Yang utama mereka bisa kembali. Apalagi di bulan Ramadan," ujar Anas Karno,  Selasa (21/3/2023) lalu.

Baca Juga: SEDERET FASILITAS DISIAPKAN GUNA MENYAMBUT KEHADIRAN PENGUNJUNG GIIAS 2024


Sebelumnya, memang ada penataan Pedagang Kaki Lima (PKL)  di kawasan jalan Srikana Surabaya oleh pemerintah kota.beberapa waktu lalu. Namun akhirnya para pedagang bisa bernapas lega.

Kepastian PKL tetap berjualan, setelah dilakukannya pertemuan antara perwakilan PKL, pihak Kecamatan Gubeng dan Dinas Koperasi dan Perdagangan Pemkot Surabaya yang diinisiasi oleh wakil ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Anas Karno.

"Jadi ini sudah kita komunikasikan dengan pemkot untuk PKL bisa berajtivitas dan berdagang kembali," terang Anas Karno.

Untuk diingat, Politisi asal Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya menyampaikan bahwa aktifitas PKL ini untuk sementara. Sebab di kawasan Jalan Srikana tengah dilakukan penataan oleh Pemkot Surabaya, sebagai pilot project konsep baru.

"Pemkot tengah menyiapkan konsep baru untuk dibuat semacam Sentra Wisata Kuliner yang lebih tertata di kawasan Jalan Srikana," papar Anas.

Untuk itu Dia ber Anas Anasharap agar para pedagang bersabar dan dengan penuh kesadaran, menunggu proses pembersihan lahan yang akan dijadikan lokasi berjualan.

Baca Juga: Astra Financial Talk GIIAS 2024: Tingkatkan Inklusi Keuangan Lewat Aneka Produk Digital

"Ini sedang dalam penataan dan pembersihan tempat. Sehingga nanti bisa nyaman. Karena masih ada perataan tanah. Kemudian nanti dipaving. Pemkot Surabaya sedang menyiapkan materialnya," urai Anas Karno.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Anas Karno mengatakan bahwa sebelumnya keresahan para PKL yang khawatir tidak bisa berjualan bisa diakmodir oleh dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan.

Terpisah, Devie Afrianto, kepala bidang distribusi perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan mengatakan jika saat ini pihaknya tengah melakukan upaya untuk percepatan penataan agar PKL bisa berjualan di bulan ramadan.

"Target kita sudah terpaving karena, konsep kita ini nantinya terbuka. Dimana nanti perataan selesai akan dilanjutkan dengan mendatangkan both berupa kontainer-kontainer," kata Devie.

Baca Juga: KUA PPAS Pemkot Surabaya Prioritas oada Pendisikan dan Keswhatan

Devie juga menyebutkan bahwa untuk jumlah pedagang yang sudah terdata adalah sekitar 25 pedangan yang terdiri dari warga lokal.

"Ini tujuan kita untuk menata dan merubah stigma PKL menjadi pengusaha makanan dengan menata dan memberikan fasilitas yang memadai," terangnya.

Namun, Devie belum bisa memastikan konsep SWK atau program padat karya yang akan digunakan untuk pengelolaan para pedagang di Srikana tersebut.

"Kita belum bisa pastikan pila apa yang kita gunakan konsep SWK atau padat karya. Yang pasti para pedagang ini bisa kembali berjualan, itu target utama," tutupnya. (mar)

Editor : redaksi