Wakil Sekretaris PDIP Sebut 100.000 Beasiswa PIP Aspirasi Puti Guntur Soekarno

Swaranews.com - PDI Perjuangan Kota Surabaya mendistribusikan penerima beasiswa program Indonesia pintar (PIP), yang digolkan dari jaring aspirasi Puti Guntur Soekarno, anggota Komisi 10 DPR dari Fraksi PDI Perjuangan.
Puti Guntur adalah politisi PDI Perjuangan, dari Dapil Surabaya-Sidoarjo. Cucu Bung Karno ini gigih memperjuangkan akses pendidikan, terutama bagi warga yang tidak mampu.

Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kota Surabaya Achmad Hidayat menyampaikan bahwa sejak tahun 2019 hingga 2023, sekitar 100.000 Beasiswa PIP telah didistribusikan untuk membantu warga surabaya.

Baca Juga: 155 PPK Resmi Dilantik, Wali Kota Eri Cahyadi Minta Jaga Netralitas Selama Bertugas

“Merupakan Komitmen Ibu Puti Guntur Soekarno memperkuat akses pendidikan bagi warga tidak mampu dan mencerdaskan kehidupan anak di Kota Surabaya," ujar Achmad Hidayat, Sabtu (19l8/11/2023) di Surabaya, malam.

Dirinya juga menyebutkan bahwa Program Indonesia Pintar banyak diminati oleh masyarakat karena prosesnya yang mudah dan sangat membantu guna melengkapi kebutuhan pendidikan bagi warga.

Baca Juga: KPU Provinsi Jawa Timur Pastikan Tidak Ada Calon Independen

“Kita mengusulkan kalau bisa dilanjutkan dan ditambah kuotanya, sehingga semakin luas lagi masyarakat yang dapat menerima manfaat," tegas Achmad Hidayat.

Menurutnya, di Kota Surabaya sendiri juga terdapat Beasiswa Pemuda Tangguh untuk jenjang SMA / SMK yang di prakarsai oleh Walikota Eri Cahyadi - Wakil Walikota Armuji sehingga dapat membantu meningkatkan Angka Partisipasi Sekolah dan menekan Angka Putus Sekolah.

Baca Juga: Josiah Michael: Selama ini Komunikasi PSI dengan Walikota Terbina denfan Baik

"Penerima PIP juga berbeda di setiap jenjang. Untuk sekolah dasar atau SD setiap siswa menerima uang tunai empat ratus lima puluh ribu rupiah (Rp 450 ribu), SMP setiap siswa menerima uang tunai Tujuh ratus lima puluh ribu rupiah (Rp750 ribu) dan jenjang SMA/SMK menerima uang tunai satu juta rupiah (Rp1 juta)," papar Achmad Hidayat.

Editor : amar