Lembah Setyowati: Kita Tak Bisa Menghindari Perbedaan

Swaranepws.com - ikatan Wanita Pelukis Indonesia (IWPI) menggelar pameran lukisan di basement Alun-Alun Kota Surabaya. Puluhan lukisan tampak tertata rapi di lingkungan ruang pamer bawah tanah ini.

Menurut Lembah Setyowati, Penasehat IWPI Jawa Timur bahwa dirinya mengisi satu lukisan yang diberi judul "Still Live". Lukisan bunga berwarna kuning dan putih dalam satu vas bunga tersebut memiliki makna yang mendalam.

Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Dispendukcapil Buat Juknis dan Bimtek Untuk Pemutakhiran Data Penduduk

"Artinya, dalam sebuah pergaulan, di lingkungan sosial, di organisasi dan lain sebagainya kita bisa hidup berdampingan. Seseorang atau kelompok yang beda. Tapi dengan perbedaan yang ada kita masih tetap bisa bergaul dengan yang lain," ujar Lembah Setyowati, Selasa (19/12/2023)

Pemilik nama Nunung di dunia seni ini menjelaskan bahwa hidup berdampingan, bahkan saling membantu satu dengan yang lain. Apapun peebedaannya kita tetap bisa bergaul dan hidup berdampingan. 

"Bahwa dalam kehidupan ini kita tidak bisa menghindari suatu perbedaan," tegasnya.

Nunung atau Lembah Sethowati menyebutkan bahwa IWPI secara nasional memang berdiri sejak 1938 yang lalu. Namun di Jawa Timur sendiri IWPI mulai dirajut sewindu yang lalu.

"Oleh karena itu pada pameran kali ini kita mengangkat tema 'Sewindu Merajut Keindahan' semoga menjadi penyemangat di kegiatan mendatang," terangnya.

Baca Juga: RPJPD Surabaya 2025-2045 Disetujui, Targetkan PDRB Rp 2,1 Triliun

Lembah mengaku bahwa antusiasme kawula muda cukup bagus terhadap dunia lukis di Indonesia ini. Terbukti di beberapa lembaga prndidikan mulai dari SMA hingga perguruan tinggi banyak anak muda yang memilih jurusan seni rupa dan desain.

"Kalau kita saksikan di pameran lukisan kali ini. Para kaum milenial ini sangat antusias dan apresiasinya bagus banget," ulas perempuan yang juga Anggota DPRD Kota Surabaya ini.

30 tahun melukis menjadikan Lembah Setyowati sebagai perupa yang matang dan dihormati berbagai kalangan.

Baca Juga: Warga Citraland Tolak Rencana Berdirinya SPBU

"Alhamdulillah saya sudah melaksanakan tujuh kali pameran tunggal," bebernya.

Lembah mengakui bahwa Pemerintah Kota Surabaya sudah cukup baik memberikan wadah bagi seniman di Kota Pahlawan ini, khususnya kepada seniman lukis.

"Namun kami masih berharap agar pemerintah lebih peduli lagi terhadap para seniman, terutama seniman mudanya," tutup Lembah Setyowati.

Editor : amar