Parkir Non Tunai Wujudkan Surabaya Smary City

Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am. / Foto: Bachan
Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am. / Foto: Bachan

Swaranews.com – Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am menilai, penerapan parkir non tunai selaras dengan perkembangan jaman, yaitu Digitalisasi Transaction. Parkir non tunai semakin memperkokoh Surabaya sebagai smart city.

“Lebih dari itu, dengan sistem non tunai retribusi parkir akan mendongkrak
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya, dan mencegah kebocoran pendapatan,” ujar Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am kepada wartawan di Surabaya, Kamis (18/1/2024).

Baca Juga: A.H. Thony: Waspadai Komprador Politik

Dia menjelaskan bahwa Kota Surabaya semakin maju dan berkembang sangat luar biasa, sehingga mau tidak mau kita harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi itu sendiri yaitu, digitalisasi. Kalau tidak, maka kita akan ketinggalan dengan teknologi digitalisasi.

"Untuk itu penerapan pembayaran retribusi parkir secara non tunai itu akan lebih praktis dan mudah," terangnya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya menyebutkan dengan parkir non tunai akan menekan tingkat kebocoran PAD dari sektor parkir, serta dapat meningkatkan PAD hingga 35 persen.

Baca Juga: DPRD Surabaya Support Pemkot Bangun Tanggul di Surabaya Barat

Dari Data Dishub Surabaya yang kami punya bahwa parkir TJU yang eksisting ada sekitar seribu tiga ratus tujuh puluhan titik," ucap Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am.

Caleg incumbent PDIP Dapil 3 Surabaya nomor urut 4 ini menegaskan bahwa dengan penerapan parkir non tunai ini, para Juru Parkir (Jukir) tidak perlu khawatir hilang pekerjaan atau pendapatan.

"Sebab di Perwali No.2 Tahun 2015 Pasal 5 ayat 3, jumlah honorarium yang diterima oleh petugas parkir setiap bulan sebesar tiga puluh persen," paparnya.

Baca Juga: Ketua DPD PSI Surabaya Mengwasi Jalannya Rekapitulasi di Seluruh Kecamatan

Abdul Ghoni Mukhlas Ni,'am menyatakan secara rinci  sebagaimana dimaksud pada ayat 4 dirinci sebagai berikut, 20% (dua puluh persen) diberikan kepada para Juru Parkir, dan 10% (sepuluh persen) diberikan kepada Koordinator Juru parkir.

“Yang pasti dengan parkir non tunai, pengguna kendaraan yang parkir semakin nyaman, tenang, dan aman,” tutup Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am

Editor : amar