A.H. Thony: Waspadai Komprador Politik

Swaranews.com - Pemilu 2024 secara teknis hari ini masih pada proses penghitungan di tingkat Kecamatan. Sementara itu masih ada rekomendasi bawaslu untuk melakukan PSU (Pemungutan Suara Ulang) di 10 TPS di Kota Surabaya.

Menanggapi hal itu Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya A  H. Thony mengingatkan bahwa kita harus mewaspadai
Para komprador (makelar) politik. Mereka menjanjikan bisa memindahkan suara dari  saya masuk kepada yang memesan. Kemudian dia mereka itu seringnya juga bahkan menjanjikan bisa mengambil suara lintas partai.

Baca Juga: Walikota Eri Cahyadi: Proyeksi Dari PKB Rp 1.2 Triliun

"Ini kan satu hal yang sangat tidak patut. Kemudian korbannya adalah para caleg yang punya ambisi untuk jadi," ujarnya di Jalan Yos Sudarso, Surabaya, Rabu (21/2/2023) kepada Swaranews.com.

Legislator asal Fraksi Partai Gerindra ini menjelaskan bahwa korbannya terjebak di dalam proses yang keliru. A.H. Thony  berharap sekali bahwa Pemilu ini menjadi salah satu pintu pertama untuk menciptakan sistem pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta berintegriras.

"Sehingga mereka dari prosesnya saja sudah melakukan dengan cara yang salah. Maka seperti hipotesis yang selama ini berkembang. Mereka pun ketika jadi pun juga tidak melakukan kegiatannya dengan baik," terang A.H. Thony.

Baca Juga: Abdul Ghoni MN: Kinerja Kadishub Surabaya Perlu Dievaluasi Terkait Temuan Walikota soal Parkir Liar

Dia mengajak untuk mengawal pemilu ini dengan jujur dan adil. Kemudian biarkan Pemilu menjadi filter satu-satunya untuk menghasilkan elit politik yang memang Kredibel dan berintegritas.

"Kalau untuk mencegah ini memang dari dulu kami mewanti-wanti Bawaslu dan jajarannya hingga ke tingkat paling bawah untuk sigap dan tegas," papar A.H. Thony.

Politisi yang mantan aktivis '98 ini menyarankan agar Bawaslu dan jajarannya juga jemput bola. Tidak menunggu ada laporan baru bertindak.

Baca Juga: PKS Resmi Usung Eri Cahyadi Untuk Pilwali Surabaya 2024

"Sering kali kita dengar Bawaslu mengatakan kalau tidak ada laporan bagaimana kami memproses. Nah sekarang ada isu, ada temuan ada ekspos-ekspos di media. Bawaslu semestinya harus agresif terkait hal itu," tukas A.H. Thony, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya.

  

Editor : amar