Komisi C: Revitalisasi Kawasan Kota Lama Wisata Religi Ampel Penting Agar Generasi Melek Sejarah

Swaranews.com -  Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am, Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya mendukung penuh langkah Walikota Eri Cahyadi terkait rencana penataan di kota lama, kawasan wisata religi Sunan Ampel. Salah satunya pembuatan Gapura, penataan pedagang dan pendirian museum di Langgar (Musala) Gipo.

“Kami sangat mendukung langkah Pemkot Surabaya merevitalisasi kawasan kota lama, namun revitalisasi jangan sampai menghilangkan nilai historisnya,” ujar Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am kepada wartawan di Jalan Yos Sudarso, Senin (26/2/2024).

Baca Juga: DPRD Surabaya Apresiasi Pemkot atas Capaian Perbaikan Jalan dan Saluran

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya ini menyampaikan bahwa Langgar Gipo memiliki nilai sejarah yang tinggi dan penting untuk diketahui oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

Keluarga Gipo juga masih merupakan kerabat keluarga Mas Mansur, tokoh Muhammadiyah di Surabaya. Salah satu keturunan Gipo, Hasan Gipo menjadi ketua Nahdlatul Ulama (NU) yang pertama. Jadi Kyai Haji Hasan Gipo ini adalah pejabat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pertama kali mendampingi K.H. Hasyim Asyari sebagai Rais Akbar," papar Abdul Ghoni Mukhlas  Ni'am.

Baca Juga: 155 PPK Resmi Dilantik, Wali Kota Eri Cahyadi Minta Jaga Netralitas Selama Bertugas

Dia menegaskan, revitalisasi kota lama dan kawasan wisata religi Sunan Ampel harus tetap dengan menjaga kelestarian sejarah.

“Ini diharapkan generasi muda melek akan sejarah, dan menambah literasi maupun literatur wawasan kesejarahan kota Surabaya ditengah gempuran gaya hidup digitalisasi kaum muda saat ini,” tegas Cak Ghoni sapaan Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am.

Baca Juga: KPU Provinsi Jawa Timur Pastikan Tidak Ada Calon Independen

Dirinya kembali mengatakan, kalangan muda saat ini perlu ditingkatkan edukasi betapa pentingnya sejarah, sehingga langkah kedepannya kalangan muda Surabaya tetap bangga terhadap budaya lokal ditengah derasnya arus globalisasi.

“Kami berharap revitalisasi kawasan kota lama tetap tidak menghilangkan jejak historis dari kawasan itu sendiri,” tukasnya.

Editor : amar