Swaranews.com - Pelaksanaan vaksinasi dosis ke-2 bagi pelajar di Islamic Center, Jalan Dukuh Kupang, Surabaya ricuh. Para orang tua mereka memprotes panitia karena tidak bisa mengatur antrian.
Hal itu terjadi ketika beberapa orang tua wali murid protes dengan pengaturan giliran antrian. Dimana mereka yang sudah antri lama, diserobot antrian yang baru.
Baca juga: HUT Ke-99 Usung Semangat Persebaya Untuk Semua
Selain itu, vaksinasi dosis kedua bagi pelajar yang diselenggarakan Pemkot Surabaya ini juga menimbulkan kerumunan.
Menurut zaini, salah seorang wali murid, seharusnya panitia dapat melaksanakan vaksinasi sesuai jam undangan yang diterima oleh para pelajar peserta vaksinasi.
"Panitia pelaksana vaksinasi tidak bisa mengatur dengan baik, sehingga vaksinasi amburadul. Apalagi terjadi kerumunan yang bisa menyebabkan penularan Covid-19," ujarnya, Kamis (12/8/2021).
Baca juga: M. Faridz Afif Resmi Pimpin DPC PKB Surabaya Periode 2026-2031, Targetkan Kejayaan di Pemilu 2029
Zaini menjelaskan bahwa dirinya telah datang ke lokasi seja pukul 07.00 wib. Tapi hingga siang belum bisa masuk menerima vaksinasi bagi anaknya. Rahma yang mengantar putrinya juga mengeluhkan kemoloran dan terkadinya keeumunan. Dirinya khawatir hal itu akan mengakibatkan hal yang tak diinginkan.
"Coba lihat Mas kerumunan itu, sangat bahaya terjadi penularan Covid-19," ungkapnya.
Baca juga: Curhat Keluarga Almarhum ke Anas Karno: Minta Pengunkapan Kasus hingga Tuntas
Terpisah Supomo, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya menyatakan bahwa pihaknya memohon maaf atas kejadian tersebut.
"Pemkot akan melakukan evaluasi setiap penyelenggaraan vaksinasi yang diadakan di surabaya. Termasuk vaksinasi pelajar yang dilaksanakan pada hari ini," tegasnya.
Editor : redaksi