Swaranews.com - H. Mohammad Faridz Afif, anggota DPRD Kota Surabaya melaksanakan reses perdananya di Dukuh Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran. Satu persatu masyarakat yang hadir menyampaikan keluhan, usulan dan masukan kepada wakil rakyatnya.
"Terkait persoalan gorong-gorong, terkait persoalan PJU dan terkait paving. Karena sesuai dengan janji Walikota yang mana persoalan PJU, gorong-gorong sama paving harus didahulukan semuanya harus selesai dulu. Fokus anggaran untuk PJU, gorong-gorong dan paving. Sebab mendekati musim hujan," beber Afif.
Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Warga Tak Kaitkan Mutasi Lurah Tambak Wedi dengan Isu Pungli SWK
Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya ini menegaskan, menegaskan, untuk wilayah Surabaya Utara, khususnya Kecamatan Kenjeran yang menjadi perhatian utamanya adalah pembangunan gorong-gorong dan saluran.
"Terpenting semuanya sudah tertata rapi, tinggal yang di dalam-dalam yang belum. Nanti hasil reses ini akan saya masukkan di usulan-usulan kepada eksekutif dalam hal ini Pemerintah Kota Surabaya," ungkapnya.
Politisi muda dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebutkan bahwa terkait PDAM, banyak juga warga yang memang keluar airnya hanya malam hari. Pagi, siang, sore tidak keluar. Malamnya keluar.
"Ini yang nantinya Saya sudah sampaikan kepada warga tadi, yang hadir di reses, bahwa siapa yang mengalami hal tersebut silahkan dicatat siapa, daerah mana, ajukan ke saya," tuturnya.
Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Penertiban Parkir Tak Kendur, Trotoar Harus Bebas dari Kendaraan
M. Faridz Afif menyatakan, untuk hal itu dirinya akan menfkonfirmasi langsung kepada Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.
"Jadi kita data dulu, mapping, baru carikan solusinya hingga tuntas," tutup M. Faridz Afif.
Baca Juga: Komisi A DPRD Surabaya Minta Penanganan Kasus Pungli SWK Tambak Wedi Sesuai Prosedur Birokrasi
Editor : amar