Swaranews.com - Program padat karya warga Kota Surabaya yang menganggur akibat pandemi Covid-19. Guna pemulihan ekonomi dewan meminta agar pemkot menggenjot program-program pembangunan yang sesuai dengan kondisi saat ini.
Hal itu disampaikan oleh Alfian Limardi selaku anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya. Dirinya minta agar Pemkot Surabaya menggenjot program-program pembangunan yang bersifat padat karya.
Baca juga: BYD Tech Culture Fest 2026 Melanjutkan Perjalanan Elektrifikasidi Sirabaya
"Sektor pertanian
Menurut Alfian, legislator dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), sektor pertanian menjadi tepat untuk pemulihan ekonomi karena mampu menyerap tenaga kerja. Pada masa pandemi, secara nasional sektor ini lah yang mampu bertahan bahkan tumbuh. Sayangnya, pertumbuhan pada sektor pertanian di Surabaya mengalami penurunan. Bahkan beberapa produk pertanian mengalami inflasi seperti gurame, melon, jeruk, semangka, cabe merah, ayam, dan mangga. Di samping itu, realisasi belanja tahun 2020 hanya sebesar 31�lanja aset Pengadaan Hewan, Ternak dan Tanaman.
"Saya minta agar Pemkot Surabaya menunjukkan komitmen pemulihan ekonomi dengan mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan, serta mewujudkan Kota Surabaya Green City melalui sektor pertanian yakni urban farming", ujar Alfian.
Baca juga: Diplomasi Kuliner di Jantung Sydney, Mantan Wapres KH Ma'ruf Amin Resmikan Pandawa Warung Kopi Halal
"Pada masa pandemi masyarakat berupaya untuk meningkatkan imunitas melalui konsumsi sayur dan buah-buahan. Akibatnya, permintaan dari sektor pertanian seperti sayur, ikan, dan buah-buahan pun meningkat", lanjut Alfian.
"Pada program pemulihan ekonomi melalui urban farming, nantinya para pekerja akan mendapatkan modal berupa bibit sayur dan tanaman obat, serta alat-alat pertanian. Bibit disini tidak hanya tanaman, tapi juga diberikan bibit ikan seperti lele, nila, gurame. Pemkot juga didorong untuk menginventarisasi aset-aset pemkot yang dapat digunakan sebagai urban farming" ujar Alfian.
"Pada awal program, para petani juga akan mendapat upah hingga menjelang panen perdana. Upah ini diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan daya beli masyarakat", lanjut Alfian.
Baca juga: Soft Launching Creative Hub Eks Hi-Tech Mall, Pemkot Surabaya Siapkan Pesta Rakyat Gratis
"Kendala dari sektor pertanian biasanya pemasaran. Agar berkesinambungan, hasil panen nantinya dipasarkan ke para pelaku UMKM yang memasok program permakanan. Jika berlebih, hasil panen dapat dipasarkan dengan mengoptimalkan layanan digital milik pemerintah yakni e-Peken. Jadi program urban farming ini bisa jangka panjang, tidak hanya untuk masa pandemi saja", tutup Alfian.
Merujuk data BPS bahwa angka pengangguran di Surabaya meningkat menjadi sebesar 9% pada masa pandemi Covid-19. Para pekerja informal dan masyarakat miskin yang paling terdampak pandemi Covid-19.
Editor : redaksi