Swarane nows.com - Memperingati Hari Ulang Tahun Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya melakukan penanaman pohon di sepanjang bantaran sungai di kawasan Gunung Sari Indah, Kecamatan Karang Pilang.
Menurut Adi Sutarwijono, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya pihaknya menanam 150 pohon mahoni. Ini gerakan berkelanjutan. Sebelumnya, Dia menyampaikan bahwa partainya juga intens menggelar penanaman pohon, dan akan terus berlanjut.
Baca juga: Dari Anak Biologis hingga Anak Ideologis, PDIP Rungkut BukaJalan bagi Gen Z
"Ini adalah wujud nyata perintah Ibu Megawati, bahwa seluruh kader harus konsisten merawat Ibu Pertiwi, termasuk dengan terus menanam pohon,” ujar Adi, Minggu (23/1/2022).
Agenda tersebut juga dihadiri oleha Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Wakil Wali Kota Armuji dan jajaran DPC PDIP Surabaya, Fraksi PDIP DPRD Jatim, Fraksi PDIP DPRD Surabaya, jajaran Ketua dan Sekretaris PAC serta para kader partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut.
"Mari kita bersama-sama memanjatkan doa untuk Ibu Megawati Soekarnoputri. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan, umur panjang yang berkah, kesehatan dan kekuatan dalam membimbing kita semua untuk terus berjuang bagi rakyat,” harapnya.
Doa bersama lantas dipimpin Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya, H. Syukur Amaluddin. Para kader khidmat dalam doa. Sebagian tampak terharu, mengingat kembali perjuangan Megawati dalam melawan Orde Baru, di mana Surabaya menjadi kota penting dalam sejarah PDI dengan digelarnya KLB di Sukolilo pada 1993.
Baca juga: Hotline Warga Jangan Berhenti di Kelueahan, Anas Karno Minta Terhubung hingga RT/RW
Adi Sutarwijono menyebutkan, pohon mahoni _(swietenia mahagoni)_ sendiri dipilih lantaran dikenal memiliki banyak manfaat dalam menjaga kualitas lingkungan. Pohon mahoni bisa mengurangi polusi udara sekitar 47%-69% sekaligus bisa bertugas memperkuat daerah tangkapan air.
"Daun-daun mahoni bertugas menyerap polutan udara, dan kemudian juga melepaskan oksigen (O2) yang membuat udara di sekitarnya menjadi segar. Saat hujan tiba, tanah dan akar mahin akan mengikat air yang jatuh, sehingga menjadi cadangan air," ungkapnya.
Adi Surarwijono yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya ini menjelaskan bahwa penghijauan menjadi salah satu ciri yang melekat di Surabaya, sejak era dipimpin kader PDI Perjuangan, dimulai era Wali Kota Bambang DH, berlanjut ke Tri Rismaharini, Whisnu Sakti Buana, dan sekarang Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji.
Baca juga: DPRD Surabaya Minta Penertiban Parkir Tak Kendur, Trotoar Harus Bebas dari Kendaraan
“Surabaya telah bertransformasi menjadi kota hijau, yang penuh kesejukan, dengan indikator kualitas udara yang semakin membaik, membuat semua yang tinggal di dalamnya menjadi nyaman,” Adi.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bangga dengan berbagai aksi dan kerja nyata kader PDIP di Kota Pahlawan. Sebagai sesama kader PDIP, Eri merasakan gerak kebersamaan dalam menjawab berbagai tantangan di Surabaya.
“Soal bayi stunting, kemiskinan, pemberdayaan ekonomi, semuanya ayo kita hadapi dengan gotong royong. Saya ditugaskan PDI Perjuangan dengan dukungan rakyat untuk menjadi wali kota, maka tugas saya memfasilitasi semua warga untuk hidup yang lebih baik. Sesuai arahan Ibu Megawati bahwa kita harus terus bergerak membantu masyarakat,” paparnya
Editor : redaksi