Pengamat Politik: Hindari Kegiatan yang Menciderai Diri Sendiri

Reporter : amar
Dr. Moch. Mubarock Muharam, M.IP. (Amar)

Swaranews.com - Pengamat politik dari Univeritas Negeei Surabaya (Unesa) Dr. Moch. Mubarock Muharam, M.IP. mengatakan bahwa dirinya tidak ingin mengomentari terhadap apa yang telah dilakukan Achmad Hidayat, kader PDI Perjuangan Kota Surabaya beberapa waktu yang lalu.

Namun saat dimintai pandangan sebagai pengamat politik, Mubarock menyampaikan, karena kecewa dengan keputusan partai politik yang dianggapnya tidak adil. Hendaknya melakukan pergerakan di akar rumput dan meyakinkan bahwa ada yang perlu dibenahi terkait putusan tersebut.

Baca juga: Piala Ketua DPRD Surabaya Siap Cetak Talenta Muda Berkualitas

"Seandainya saya berada di posisinya,  karena saya merasa kecewa dengan keputusan partai politik yang oleh Pak Ahmad Hidayat keputusan itu ditengarai karena gerakan politik dari salah seorang tokoh politik di dalam partai. Maka yang saya lakukan adalah sebagai Achmad Hidayat Saya akan menggalang kekuatan di akar rumput. Katakanlah di tingkat kecamatan atau PAC," ujar Mubarock kepada Swaranews.com, Senin (21/7/2025) di Sueabaya Pusat.

Menurutnya, setelah menggalang kekuatan politik dari tataran terendah, baru melakukan beberapa langkah yang salah satunya, melakukan pernyataan keprihatinan bersama para pengurus PAC dan ranting atas ulah oknum tertentu yang merekayasa atau "bermain politik yang ditengarai akan merugikan partai".

"Katakanlah melakukan aksi keprihatinan terhadap kondisi partai bersama PAC-PAC di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya. Sampaikan lalu apa jawaban DPC bisa menjadi acuan untuk langkah berikutnya," beber Mubarock.

Baca juga: Dari Anak Biologis hingga Anak Ideologis, PDIP Rungkut BukaJalan bagi Gen Z

Dirinya menegaskan langkah kedua adalah melakukan aksi unjuk rasa bersama akar rumput partai termasuk PAC-PAC untuk mengungkapkan kekecewaan itu.

"Bagi saya geralan tersebut, lebih penting daripada saya harus melakukan membakar diri. Saya pikir di era sekarang itu, kita mencoba untuk mengurangi apapun kegiatan tindakan yang mengarah kepada kekerasan atau timbulnya korban-korban temasuk di dalamnya membuat diri kita sendiri secara fisik itu dirugikan, seperti menciderai sendiri dan sebagainya," papar Dr. Moch. Mubarock Muharam. M.IP.  (mar)

Baca juga: Hotline Warga Jangan Berhenti di Kelueahan, Anas Karno Minta Terhubung hingga RT/RW

 

 

Editor : redaksi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru