Swaranews.com – Ketua Ikatan Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), M. Zahdi, S.H., melontarkan kritik keras terhadap kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang gencar melakukan razia di kos-kosan kelas menengah ke bawah. Ia menilai langkah tersebut tidak adil dan diskriminatif karena terkesan hanya menyasar kelompok masyarakat tertentu.
Kritik tersebut disampaikan langsung oleh M. Zahdi saat ditemui di kawasan Jalan Raya Gubeng, Surabaya, pada Kamis (25/9/2025) siang. Menurutnya, penegakan aturan yang dilakukan Pemkot Surabaya tidak proporsional dan tebang pilih.
Baca juga: Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha
"Kita menilai langkah tersebut tidak hanya tidak adil, tetapi juga diskriminatif dan cenderung menargetkan kelompok tertentu secara sepihak," ujar Zahdi.
Zahdi menegaskan, jika Pemkot Surabaya serius ingin menegakkan peraturan, maka penertiban seharusnya dilakukan secara menyeluruh tanpa pandang bulu. Ia menantang aparat untuk juga merazia hunian mewah seperti apartemen yang juga berpotensi memiliki pelanggaran serupa.
Menurutnya, kebijakan yang hanya menyasar kalangan bawah akan merusak rasa keadilan di tengah masyarakat serta memperburuk citra pemerintah di mata warganya.
"Untuk itu, kami menyerukan agar Pemkot Surabaya bertindak adil dan tidak memihak, demi terciptanya penegakan hukum yang berkeadilan dan melindungi hak semua warga secara setara," tegasnya.
Baca juga: Wali Kota Eri Cahyadi Turun Langsung ke CFD Taman Bungkul Telusuri Dugaan Pungli PKL
IKA PMII Unitomo mengingatkan seluruh pemangku kebijakan di Kota Pahlawan untuk menerapkan setiap peraturan perundang-undangan secara objektif dan tidak memihak.
Sebagai penutup, Zahdi menyindir tajam praktik penegakan hukum yang kerap timpang tersebut.
"Jangan hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas," tutup M. Zahdi. (Mar)
Baca juga: Dispendik Pastikan MPLS Berjalan Kondusif dan Ramah Anak
Editor : redaksi