Swaranews.com - Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menggelar seminar bertema “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV” di Ruang Rapat Kahuripan. Kegiatan ini diikuti 100 peserta dari berbagai unsur tenaga kesehatan, fasilitas layanan kesehatan, perguruan tinggi, komunitas peduli HIV, hingga organisasi masyarakat.
Seminar tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan layanan HIV di tengah tantangan baru, dinamika sosial, serta perubahan sistem pelayanan kesehatan pasca pandemi.
Baca juga: Komisi D DPRD Surabaya Sidak Posga Wiyung Pastikan Hak Kesehatan Warga
Kasus Masih Ditemukan, Edukasi dan Kolaborasi Jadi Fokus
Dalam pemaparannya, panitia menjelaskan bahwa Kabupaten Kediri masih menghadapi temuan kasus HIV setiap tahun, termasuk pada kelompok usia produktif dan remaja. Berbagai persoalan seperti stigma, diskriminasi terhadap ODHIV, rendahnya kesadaran tes sukarela, serta terbatasnya pengetahuan kesehatan reproduksi menjadi tantangan utama.
Mobilitas masyarakat yang tinggi, pengaruh digital, dan perubahan perilaku sosial juga ikut berdampak pada risiko penularan. Karena itu, inovasi layanan, integrasi lintas sektor, serta pendekatan edukasi yang adaptif menjadi kebutuhan mendesak.
Mahasiswa Dipandang sebagai Agen Perubahan
Selain tenaga kesehatan, mahasiswa dinilai memiliki peran strategis dalam edukasi dan penanggulangan HIV. Dengan kapasitas akademik dan kedekatan dengan kelompok sebaya, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen anti-stigma, penggerak literasi kesehatan, serta pendukung kampanye pencegahan HIV melalui media digital maupun kegiatan komunitas.
Keterlibatan pelajar dan mahasiswa dalam momentum HAS 2025 dianggap penting untuk membangun kesadaran sejak dini dan menciptakan karakter generasi muda yang peduli isu kesehatan masyarakat.
Tiga Narasumber Bahas Kebijakan, Strategi, dan Isu Anti-Diskriminasi
Seminar menghadirkan tiga narasumber dari tingkat provinsi hingga organisasi masyarakat:
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, membawakan materi arah kebijakan dan layanan HIV di Jawa Timur serta situasi HIV nasional dan lokal.
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Timur, menyampaikan strategi penanggulangan HIV serta pesan untuk generasi muda dalam mendukung Three Zero.
Yayasan Mahameru, menyampaikan materi mengenai sikap inklusif, etika kerahasiaan status HIV, dan peran mahasiswa dalam mewujudkan zero discrimination.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga sore hari, dilengkapi sesi diskusi, tanya jawab, serta penyampaian komitmen peserta untuk memperkuat layanan ramah ODHIV di masing-masing institusi.
Baca juga: Dari Lapangan Kantor Buoati, 927 TPK Satukan Langkah Wujudkan Jeneponto Bebas Stunting
Tujuan dan Harapan dari Pelaksanaan Seminar
Melalui seminar ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri berharap:
Pengetahuan peserta tentang situasi HIV nasional dan daerah semakin meningkat.
Komitmen tenaga kesehatan dalam memberikan layanan HIV yang ramah dan bebas stigma semakin kuat.
Literasi kesehatan mahasiswa mengenai HIV/AIDS semakin baik, terutama terkait pencegahan, deteksi dini, dan terapi ARV.
Mahasiswa tumbuh menjadi agen perubahan dalam edukasi HIV di kampus, sekolah, keluarga, serta komunitas.
Baca juga: Kabupaten Kesiri Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026
Terbentuk kolaborasi lintas sektor dalam upaya eliminasi HIV di Kabupaten Kediri.
Edukasi anti-stigma dan anti-diskriminasi dapat diterapkan secara lebih luas.
Dukungan Anggaran dan Penutup
Kegiatan HAS 2025 ini diselenggarakan dengan dukungan dana APBD II melalui Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri.
Acara ditutup dengan pernyataan komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan layanan HIV dan mewujudkan masyarakat Kabupaten Kediri yang sehat, peduli, dan bebas stigma. (Erk)
Editor : redaksi