SDI Al Mubarok Gunung Anyar Peringati Isra' Mi'raj

avatar swaranews.com

Swaranews.com -  Isra' Mi'raj tahun ini, sabtu (5/3/2022), menjadi momentum spesial bagi SDI Al Mubarok Gunung Anyar, Surabaya. Sebab, selain menggelar perlombaan, sekolah ini juga memeriahkan puncak acara dengan potong tumpeng atas launchingnya identitas baru. Yakni SDI Al Mubarok sebagai Sekolah Berbasis Pesantren.

"Jika nanti seluruh orang tua mendukung, saya akan menyampaikan program ke komite, ketua yayasan, pembina yayasan dan pengawas, bahwa SDI Al Mubarok akan naik 10 Level dan siap bersaing dengan sekolah sekitar," ujar Kepala SDI Al Mubarok dalam sambutannya.

Baca Juga: HUT Ke-99 Usung Semangat Persebaya Untuk Semua

Turut hadir pengawas dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Moh Na'im. Ketua Yayasan Masjid Al Mubarok, Firatmo Sanyoto. Ketua pembina yayasan, M Masmuk. Rois Syuriah MWC-NU Gunung Anyar yang sekaligus menjadi pembina yayasan, K.H. Kemas Abdulrahman bin Kemas Awang. Selain itu, terlihat juga wali maurid dan tokoh masyarakat sekitar sekolah.

Sebagai pengisi acara, para juara dari lomba Tahfiz, Tartil dan Pildacil ditampilkan dalam perayaan Isra' Mi'raj. Selain itu, para tamu undangan juga dihibur dengan penampilan ektsra kurikuler menari, al banjary dan angklung 

Suasana sontak berubah dikala waktu penampilan dari anak-anak. Para orang tua yang tidak ingin kehilangan momentum istimewa, langsung maju ke depan guna merekam penampilan buah hatinya.

"Saya senang melihat sekolah ini. Seharusnya, yang memperhatikan sekolah ini bukan hanya kepala sekolah dan para gurunya. Tetapi ini harus menjadi perhatian seluruh umat Islam,"  ungkap Moh Na'im.

Baca Juga: M. Faridz Afif Resmi Pimpin DPC PKB Surabaya Periode 2026-2031, Targetkan Kejayaan di Pemilu 2029

Dirinya mrnjelaskan bahwa hal itu dikarenakan ke depan sekolah ini berbasis pesantren. Billughotil arobiyah. Berbahasa Arab. Menggunakan nadhom-nadhom yang biasa dihafalkan oleh santri di pondok.

"Kalau bisa, besok siswanya pulang sore. Setelah sholat ashar. Jadi anak-anak ketika pulang, dalam kondisi sudah sholat ashar,"  harapnya.

Pernyataan ini menjadi perhatian khusus pembina yayasan, K.H. Kemas Abdulrahman bin Kemas Awang.

Baca Juga: Curhat Keluarga Almarhum ke Anas Karno: Minta Pengunkapan Kasus hingga Tuntas

"Kalau tadi pengawas bilang 'kalau bisa', sekarang saya pertegas lagi. Harus bisa! Harus dipaksakan! Kalau mau berubah menjadi baik. Memang harus dipaksakan! Tentara menjadi disipilin, itu awalnya juga dipaksa. Lama-lama pasti terbiasa," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, sebelum diresmikan menjadi Sekolah Berbasis Pesantren, SDI Al Mubarok sudah menambahkan pelajaran Agamanya. Dari awal yang  hanya Pendidikan Agama Islam (PAI), SDI Al Mubarok sudah ada pelajaran Aqidah Akhlaq, SKI, Fiqih, Quran Hadits dan Bahasa Arab. (muz/mar)

Berita Terbaru