Swaranews.com - Inspektorat Provinsi Jawa Timur kembali didatangi oleh Gerakan Masyarakat Pembela Aspirasi Rakyat (Gempar) Jawa Timur. Mereka mendesak agar Inspektorat Provinsi Jawa Timur bergerak cepat dalam mengaudit dugaan kejanggalan pengadaan laptop untuk pondok pesantren.
Menurut Zahdi selaku Ketua Umum Gempar Jatim bahwa lambannya respons Inspektorat bertolak belakang dengan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang belakangan menggencarkan penataan birokrasi, termasuk rotasi tujuh pejabat eselon II berbasis pemetaan talenta (talent DNA).
Baca juga: Jaringan Mata PublikDesak Kejati Jatim Periksa Rekening Nur Cholis dan Geledah Kantor DLH
“Gubernur sudah menunjukkan semangat pembenahan birokrasi agar lebih profesional. Tapi di sisi lain, laporan dugaan pemborosan anggaran pengadaan laptop untuk pesantren ini belum juga ditindaklanjuti secara jelas,” ujar Zahdi kepada Swaranews.com di Surabaya Utara, Rabu (5/2/2026).
Dirinya menengarai ada selisih harga antara Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dengan harga pasar. Zahdi menyampaikan, berdasarkan penelusuran di platform digital, salah satu tipe laptop yang disebut dalam pengadaan tersebut dijual sekitar Rp7,7 juta per unit. Sementara dalam dokumen pengadaan, HPS disebut mencapai kisaran Rp12 juta per unit.
“Kalau selisihnya sampai di atas 30 persen, itu patut dipertanyakan. Apalagi ini program untuk pesantren, yang seharusnya betul-betul efisien dan tepat guna,” tegasnya.
Disamping itu, Gempar Jatim juga mengkritisi spesifikasi teknis yang dinilai tidak diuraikan secara detail dalam dokumen. Sehingga membuka celah pemilihan merek tertentu meski dengan spesifikasi umum yang sama.
Pihaknya juga mempersoalkan mekanisme pengadaan. Zahdi menduga prosesnya tidak melalui skema mini kompetisi sebagaimana lazim diterapkan pada pengadaan dengan nilai di atas Rp200 juta di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lain.
“Kalau lewat mini kompetisi, banyak penyedia bisa ikut dan harga akan bersaing. Ini yang kami pertanyakan, kenapa mekanismenya terkesan seperti penunjukan langsung,” ucapnya.
“Pasca aksi hingga saat ini belum ada perkembangan. Tindakan atau upaya mengaudit bahkan menginvestigasi terkait pengadaan laptop untuk Pondok Pesantren di Jawa Timur jalan di tempat,” imbuh Zahdi
Dia menyebutkan, dalam audiensi sebelumnya, pihak Inspektorat menyampaikan bahwa laporan tersebut masih dalam tahap pembahasan internal. Namun hingga kini, Gempar Jatim mengaku belum menerima perkembangan lebih lanjut.
“Jawabannya masih diproses, masih dirapatkan. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan langkah audit atau investigasi. Kalau tidak ada perkembangan, kami akan kembali menggelar aksi,” sergahnya.
Baca juga: Gempar Jatim Soroti Transparansi Pengadaan Pompa Air, Gelar Aksi di DLH dan Balai Kota Surabaya
Oleh karena itu Zahdi menyatakan bahwa Gempar Jatim akan melakukan aksi demonstrasi lanjutan dengan massa yang lebih besar dengan tuntutan yang sama.
Untuk diketahui, Poin Penting Talent DNA Mapping:
• Tujuan: Mengenali bakat, minat, dan kecenderungan genetik untuk menentukan jalur karier, gaya belajar, dan pengembangan diri.
• Teknologi: Menggunakan Artificial Intelligence (AI) untuk menganalisis 45 talenta dan tiga tipe talenta dengan validitas internasional.
• Manfaat: Membantu perusahaan menempatkan orang yang tepat, meningkatkan produktivitas, serta membantu individu mencapai potensi maksimal.
• Penerapan: Digunakan dalam dunia kerja untuk talent mapping (pemetaan karyawan) dan bidang pendidikan untuk mendeteksi potensi siswa sejak dini.
Baca juga: Desakan Kongres PSSI Jatim Menguat, Stakeholder Siap Bergerak ke Jakarta
Tujuan dan Karakteristik Utama Sistem Merit:
• Profesionalisme: Menempatkan individu yang tepat di posisi yang tepat (right man on the right place) berdasarkan kemampuan, bukan nepotisme atau politisasi.
• Keadilan: Memberikan kesempatan yang sama bagi setiap pegawai untuk mengembangkan karier berdasarkan prestasi dan hasil kerja (kinerja).
• Perlindungan Karier: Melindungi pegawai dari intervensi politik dan tindakan sewenang-wenang.
• Peningkatan Kinerja: Mendorong efisiensi, produktivitas, dan integritas dalam organisasi pemerintahan. (Mar)
Editor : redaksi