LBH GP Ansor Jatim dan FH UWKS Surabaya MoA Perkuat Riset Hukum dan Program Magang Mahasiswa

Reporter : Amar
Penandatanganan MoA LBH GP Ansor Jatim dengan FH UWKS Surabaya. {Tim}

LBH GP Ansor Jatim dan FH UWKS Surabaya Teken MoA, Perkuat Riset Hukum dan Program Magang Mahasiswa

Surabaya – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur resmi menjalin sinergi strategis dengan Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FH UWKS). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama atau Memorandum of Agreement (MoA) yang berfokus pada penguatan riset hukum serta implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Kamis (12/3/2026).

Baca juga: Siswa Baru Dibekali Literasi Digital, Antinarkoba, hingga Cek Kesehatan Gratis

Penandatanganan dokumen kerja sama berlangsung di Fakultas Hukum UWKS, Jalan Dukuh Kupang XXV/54 Surabaya. MoA tersebut ditandatangani langsung oleh Dekan FH UWKS, Dr. Edi Krisharyanto, S.H., M.H., CPM., Adv, dan Ketua LBH GP Ansor Jawa Timur, Mohammad Syahid, S.H.

Ketua LBH GP Ansor Jatim, Mohammad Syahid, mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam menjembatani dunia akademik dengan praktik hukum di lapangan. Menurutnya, kerja sama ini akan menitikberatkan pada pengembangan riset hukum yang berbasis pada pengabdian kepada masyarakat.

“Ini adalah upaya membangun sinergi antara kampus dan lembaga bantuan hukum. Kami ingin mendorong penguatan legal research yang tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan keadilan,” ujarnya.

Selain fokus pada penelitian, MoA ini juga memuat penyelenggaraan Program Magang Berdampak bagi mahasiswa FH UWKS. Program tersebut dirancang agar mahasiswa dapat terlibat langsung dalam kegiatan pendampingan hukum serta advokasi yang dilakukan oleh LBH GP Ansor Jawa Timur.

Baca juga: Pemkot Surabaya Waspadai Paparan Ideologi Ekstrem, Orang Tua Diminta Lebih Peduli

Syahid menjelaskan, melalui program tersebut mahasiswa akan memperoleh pengalaman praktis terkait dunia advokasi, penyelesaian sengketa hukum, hingga penyusunan berbagai produk hukum yang menjadi bagian dari praktik kerja di lembaga bantuan hukum.

“Program ini bertujuan memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa mengenai proses advokasi, penyelesaian sengketa hukum, hingga pembuatan produk hukum yang menjadi bagian dari praktik kerja di lembaga bantuan hukum,” katanya.

Sementara itu, Dekan FH UWKS, Dr. Edi Krisharyanto, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai kehadiran LBH sebagai mitra strategis akan memperkaya wawasan praktis mahasiswa sekaligus memperkuat peran universitas dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga: Pemkot Surabaya Beri Bantuan Pendidikan untuk 7.380 Pelajar, Siswa Swasta Terima Rp350 Ribu per Bulan

“Melalui skema Tri Dharma Perguruan Tinggi, kami berharap mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kepekaan sosial melalui praktik magang yang terstruktur di LBH GP Ansor,” tuturnya.

Kerja sama ini diharapkan mampu menghasilkan berbagai output akademis dan praktis. Di antaranya kolaborasi riset dan penulisan kajian hukum terhadap kebijakan publik serta isu-isu krusial di Jawa Timur, advokasi bersama bagi masyarakat rentan, serta peningkatan kapasitas melalui workshop dan diskusi hukum berkala bagi kader LBH maupun mahasiswa.

Kolaborasi ini juga dinilai menjadi preseden penting bagi organisasi kepemudaan dan institusi pendidikan di Jawa Timur dalam membangun ekosistem hukum yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berbasis data. (Mar)

Editor : redaksi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru