Fokus Pindah ke Tambak Osowilangon, RPH Surabaya Tiadakan Penjualan Hewan Kurban Tahun Ini

Reporter : Amar
Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar Arifinto Isnugroho. (Tim)

Swaranews.com – Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Surabaya mengambil kebijakan berbeda menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H. Tahun ini, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut memastikan tidak menyediakan maupun menjual hewan kurban bagi masyarakat umum maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Langkah ini diambil lantaran RPH tengah fokus pada proses transisi kepindahan operasional ke Tempat Usaha Industri (TUI) di Tambak Osowilangon yang dijadwalkan pada akhir Mei 2026.

Baca juga: Wali Kota Eri Ajak Jagal Bersinergi di RPH Tambak Osowilangun, Buka Peluang Tenaga Baru

Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar Arifinto Isnugroho, menjelaskan bahwa keputusan tersebut bertujuan agar kualitas pelayanan jasa pemotongan tetap optimal di tengah masa persiapan pindah lokasi.

“Tahun ini kami fokus di jasa potong saja agar tidak terlalu merepotkan selama persiapan pindah. Harapannya, kami bisa lebih maksimal melayani para pengkurban yang mempercayakan pemotongannya kepada kami,” ujar Fajar saat ditemui di sela pelantikan Ketua DPRD Surabaya, Rabu (6/5/2026).

Meski tidak menjual hewan, RPH tetap menyediakan layanan jasa potong dengan dua skema pilihan. Pertama adalah Paket Potong Kemas Kirim dengan biaya Rp 2,8 juta. Harga ini mengalami sedikit penyesuaian dari tahun lalu (Rp 2,5 juta) dikarenakan kenaikan harga plastik kemasan.

“Melalui paket prima ini, pengkurban tinggal terima beres. Hewan dipotong, dicacah, dikemas, dan langsung kami kirim ke lokasi tujuan,” imbuh Fajar.

Kedua adalah Paket Potong Lepas Tulang Tanpa Kemas seharga Rp 2 juta. Layanan ini biasanya menjadi pilihan bagi panitia kurban yang ingin mencacah dan mengemas daging secara mandiri di lokasi masing-masing.

Baca juga: RPH Tambak Osowilangun Sudah Beroperasi Masif

Hingga saat ini, tercatat sudah ada sekitar 110 pengkurban yang mendaftar, mulai dari individu, partai politik, ormas, hingga yayasan. RPH menargetkan dapat melayani pemotongan hingga 200 ekor sapi, meningkat tipis dari capaian tahun lalu sebanyak 190 ekor.

Terkait kapasitas, Fajar menjamin kecepatan dan kebersihan proses. RPH mampu memotong hingga 10 ekor hewan per jam dengan pengawasan ketat dari dokter hewan dan juru sembelih bersertifikat.

“Seluruh jeroan diperiksa untuk memastikan bebas bakteri atau cacing. Jika ditemukan cacing pita, bagian tersebut langsung kami musnahkan,” tegasnya.

Baca juga: Evaluasi Idul Adha 2026, Keamanan Daging Kurban Terjaga Melalui Pengawasan di 296 Lokasi

Fajar juga menekankan prinsip transparansi dan kehalalan. Pihaknya memastikan seluruh bagian hewan, mulai dari kepala, kulit, kaki, hingga jeroan, tetap menjadi hak pengkurban.

"Kecuali jika pengkurban mengikhlaskannya, maka hasil penjualannya akan disalurkan untuk musala RPH, bukan masuk ke pendapatan perusahaan. Kami menjamin prosesnya sesuai syariat dengan prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal)," pungkasnya.

 

Editor : redaksi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru