Untuk Memperoleh Orang Asuh Satwa, Cak Eri Gelar Gowes To Zoo

swaranews.com

Swaranews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar kegiatan bertajuk Gowes To Zoo, pada Minggu (21/3/2021) tidak diperuntukkan bagi masyarakat umum. Sebab, kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap satwa langka.

Tujuannya yakni untuk memperoleh Orang Tua Asuh (OTAS) bagi para satwa. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Febriadhitya Prajatara.

Baca juga: Kumpulkan Seluruh Jajaran, Walikota Eri Minta Percepat Tuntaskan Aduan Warga

“Jadi kegiatan Gowes To Zoo ini yang digelar pada Minggu besok itu, tidak untuk umum,” kata Febriadhitya Prajatara di ruang kerjanya, Jumat (19/3/2021).

Dia menjelaskan, nantinya pada pelaksanaan acara Gowes To Zoo yang diberangkatkan dari Balai Kota Surabaya dan tiba di Kebun Binatang Surabaya (KBS) itu, peserta akan ditawarkan siapa saja yang bersedia ikut berpartisipasi sebagai OTAS.

“Saat hari H, peserta akan ditawarkan siapa yang ingin menjadi OTAS, termasuk jenis satwanya apa saja,” ungkapnya.

Baca juga: Aktivasi IKD di Surabaya Naik Sekitar 1-3 Persen Setiap Bulan

Untuk menjadi OTAS, lanjut Febri, nantinya binatang tersebut tidak lah dibawa pulang. Akan tetapi, OTAS memberikan jaminan kepada satwa yang dipilihnya itu untuk dijadikan anak asuh. Dia menyebut, minimal satu tahun ke depan, satwa asuhnya terpenuhi asupan makanan.

“Seperti misalnya seseorang akan menjadi OTAS hewan burung, maka burungnya tidak dibawa pulang hanya saja dipastikan jaminan permakanan dalam satu tahun mendatang,” urainya.

Baca juga: Hotline Warga Jangan Berhenti di Kelueahan, Anas Karno Minta Terhubung hingga RT/RW

Oleh sebab itu, Febri kembali menekankan, bahwa kegiatan yang berlangsung pada Minggu mendatang, tidak dipastikan tidak diperuntukkan bagi umum. Apalagi telah beredar undangan Gowes To Zoo yang tersebar di grup WhatsApp dan media sosial (medsos) ditekankan tidak untuk umum.

“Di acara tersebut juga tidak diperbolehkan adanya pendampingan karena kuota terbatas, dan yang paling penting menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19,” pungkasnya. (mar)

Editor : redaksi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru