Swaranews.com - Memasuki akhir minggu Pebruari 2022, Anggota DPRD Surabaya dari Fraksi PKS, Aning Rahmawati, terus bergerak menyerap aspirasi masyarakat. Kali ini, Wakil Ketua Komisi C ini menggelar reses di Balai RW 7, Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut.
Kesempatan itu tak disia-siakan oleh warga disana. Mereka langsung menyampaikan keluhan terkait perbaikan infrastruktur perkampungan. Mereka berharap agar kampungnya mendapat sentuhan pavingisasi dan pemasangan box culvert.
Baca juga: Komisi D DPRD Surabaya Sidak Posga Wiyung Pastikan Hak Kesehatan Warga
"Aspal jalan kampung banyak yang rusak, karena itu kita sudah mengajukan ke pemkot untuk pavingisasi. Namun belum juga terealisasi, hanya sebatas survey," ujar Joko Dewantoro, ketua RW 7, Minggu (20/2/2022).
Kondisi saluran air juga dikeluhkan oleh warga setempat. Bagi mereka saluran air yang ada terlalu kecil. Sehingga, ketika diguyur hujan lebat, warga yang bermukim di Jalan Medokan Asri Tengah dan Jalan Medokan Asri Timur dipastikan mengalami banjir.
"Harapannya, dengan adanya wakil dewan kita bisa mendapat jalan keluar, paling tidak tercerahkan bagaimana proses mengajukan ke dalam musrenbang," tegas Joko.
Menanggapi hal itu, Aning Rahmawati mengatakan bahwa ada dua jalur yang bisa digunakan oleh warga untuk mengajukan pembangunan. Pertama, melalui musrenbangkel. Kedua, lewat pokok pikiran (pokir) Anggota DPRD.
"Masyarakat masih banyak yang belum memahami tentang tata cara pengajuan dan aturan-aturan dalam musrenbangkel. Begitu pun tata cara pengajuan pembangunan melalui pokir Anggota dewan," papar Aning.
Oleh karenanya Aning menjelaskan, memang harus banyak edukasi politik supaya partisipasi politik masyarakat meningkat. Dengan begitu, masyarakat memahami alur kerja dan bisa berkolaborasi dengan DPRD Kota Surabaya.
"Kita akan terus mengawal permasalahan banjir di Medokan Ayu. Total ada 15 RW yang meliputi kawasan tersebut. Saya tak ingin hanya memperhatikan sektoral, namun mengawal secara holistik," tegasnya.
Aning menyebutkan bahwa terkait persoalan drainase. Dia mendorong agar pihak kelurahan pun juga bisa menjadi ujung tombak dari pemkot, utamanya dalam merealisasikan Sistem Drainase Lingkungan Pemukiman (SDLP) di Medokan Ayu.
"Itu yang sedang betul-betul Saya perjuangkan, supaya di Medokan ini SDLP-nya segera beres. Karena sejauh ini baru 150 hektare SDLP yang dikerjakan dari total 750 hektare," terang perempuan lulusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini.
Untuk itu, Sekretaris MDP PKS Kota Surabaya ini berharap agar perencanaan penanganan banjir yang belum tercakup dalam Surabaya Drainage Master Plan (SDMP) bisa didetailkan ke SDLP.
"Semua aspirasi yang masuk melalui reses ini akan menjadi pokir DPRD dan diparipurnakan nanti. InsyaAllah menjadi prioritas saya untuk masuk dalam APBD-P 2022," oungkas Aning. (mar)
Editor : redaksi