Budi Leksono Siap Perjuangkan Kampung Peneleh Jadi Destinasi Wisata

swaranews.com
Budi Leksono saat melaksanakan reses menemui warga di Kelurahan Genteng. (Tim)

Swaranews.com - Belajar dari kesuksesan Tunjungan Romansa yang letaknya berada di tengah Kota. Warga di wilayah Kecamatan Genteng juga berharap kepada Pemerintah Kota Surabaya agar di wilayah kampung peneleh juga dilakukan hal yang sama.

Hal itu terungkap saat warga setempat bertemu dengan Anggota DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono. Bertempat di Balai RW 16 Jagalan, pertemuan juga dihadiri oleh Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Peneleh Totok, Ketua RW 16 Jagalan Hery dan Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Genteng H Jupri.

Baca juga: Dari Anak Biologis hingga Anak Ideologis, PDIP Rungkut BukaJalan bagi Gen Z

"Kami mengusulkan agar diberikan hak yang sama untuk bisa berjualan produk UMKM di Jalan Tunjungan. Karena wilayah kami kan terdekat dengan lokasi Tunjungan Romansa itu," ujar Tomo, salah satu Ketua RW di Kelurahan Genteng, Surabaya kemarin.

Selain itu, pada agenda reses di hari keenam Penjaringan Aspirasi Masyarakat DPRD Kota Surabaya. Masa Reses Tahun sidang ketiga, Masa persidangan kedua tahun anggaran 2022, melalui teleconference dan tatap muka oleh H. Budi Leksono, S.H. dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut, banyak warga yang mengusulkan agar kampung peneleh bisa di lakukan seperti di Tunjungan Romansa.

"Sebab di Plampitan, Pandean di wilayah Peneleh ini terdapat cagar budaya dan tempat kelahiran tokoh nasional dan Guru Bangsa. Kalau bisa diadakan seperti di Jalan Tunjungan bisa membangkitkan ekonomi," ungkap Totok Ketua LPMK Peneleh.

Menanggapi hal itu, Budi Leksono menyatakan sepakat dengan usulan warga itu. Baginya, semua warga Kota Surabaya memiliki hak yang sama untuk ikut serta membangun kota ini.

Baca juga: Hotline Warga Jangan Berhenti di Kelueahan, Anas Karno Minta Terhubung hingga RT/RW

"Semoga Pemkot Surabaya juga bisa mengatur siapa-siapa yang bisa berjualan di Tunjungan Romansa. Selain UMKM binaan Pemkot, nantinya pemerintah juga bisa memberi kesempatan kepada UMKM sekitar. Secara teknis, Insya Allah pemkot lebih paham," ujar Budi Leksono yang juga sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya ini.

Legislator yang akrab disapa Buleks ini menjelaskan bahwa terkait di wilayah Peneleh memang sudah selayaknya dijadikan destinasi wisata sejarah. Sebab di wilayah tersebut lahir sang Proklamator Bung Karno (Ir. Soekarno) dan Guru Bangsa HOS Cokroaminoto serta Roeslan Abdulgani tokoh pejuang di masa pertempuran 10 Nopember 1945.

"Untuk itu Saya akan mengusulkan ke Pemkot Surabaya agar di Peneleh bisa menjadi destinasi wisata sejarah yang dikelola secara profesional. Sehingga hal itu juga akan membangkitkan perekonomian warga sekitar," terang Buleks.

Baca juga: Jaga Reputasi Digital, Publik Diingatka Tak Intervensi Karya Jurnalistik

Dirinya menegaskan, kalau dilelola secara maksimal, didukung dengan sarana dan prasarana yang mumpuni. Bukan hal yang tidak mungkin area peneleh menjadi salah satu jujugan wisatawan secara nasional bahkan secara internasional.

"Dari situ kita bisa memulai kebangkitan ekonomi. Dimana sumber dayanya kita tinggal manfaatkan dari wilayah setempat. Baik pengelolaan lahan parkir, wisata kuliner dan oleh-oleh khas Suroboyo serta hal lain yang bisa diwujudkan," papar Budi Leksono. (mar)

Editor : redaksi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru