Swaranews.com - Panitia khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah cagar budaya mengusulkan terbentuknya pengelola cagar budaya di Kota Surabaya ini. Tujuannya agar area dimaksud menjadi area wisata yang bisa dikembangkan lebih baik lagi.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Pansus Raperda cagar budaya, Siti Mariyam sesaat setelah melakukan rapat pansus terkait di ruang Komisi B DPRD Kota Surabaya.
Hj. Siti Mariyam meminta agar Pemkot Surabaya membentuk badan pengelola cagar budaya. Harapannya itu juga disampaikan saat rapat di Ruang Komisi D DPRD Kota Surabaya bersama instansi terkait.
"Sebelumnya, ada tim cagar budaya yang tugasnya menetapkan kategori layak dinyatakan cagar budaya. Tapi untuk pengelola cagar budaya belum ada," ujarnya, Rabu (20//7/2022).
Legislator perempuan asal Fraksi PDI Perjuangan ini menjelaskan bahwa saat ini pembahasan sampai pada pasal 10 bab 5. Pihaknya mendorong betul agar badan pengelola cagar budaya bisa terbentuk.
"Karena cagar budaya ini ada yang milik pribadi, ada yang milik pemerintah, kawasan dan bukan kawasan. Ini bagaimana bisa menjadi wisata," terangnya.
Mariyam menyebutkan bahwa selama ini pada bangunan cagar budaya ini mendapatkan keringanan pajak 50%.air dan listrik. Termasuk apabila ada perbaikan juga ada bantuan.
"Tetapi dengan adanya itu mengambil dari APBD atau CSR. Dengan dibentuknya badan pengelola, seperti di Semarang dan Jakarta. Maka dengan menjadi wisata malah akan mendapatkan income sebagai pendapatan asli daerah yang luar biasa," paparnya.
Mariyam menegaskan manfaat yang tak kalah pentingnya adalah sebagai edukasi buat generasi muda dan mendatang. Bahwa Surabaya sebagai Kota Pahlawan tidak tinggal nama.
"Pengelolaan cagar budaya yang kita bahas ini adalah revisi dari perda cagar budaya tahun 2005, dengan menyesuaikan undang-undang dan perkembangan yang ada," urainya.
Mariyam menegaskan bahwa pembentukan badan pengelola cagar budaya ini adalah kewenangan pemerintah kota. Sehingga harapan lokasi cagar budaya menjadi area wisata akan terwujud.
"Badan pengelola cagar budaya ini bisa bekerjasama dengan LSM maupun dengan perusahaan - perusahaan dengan sistem simbiosis mutualisme. Dari situ pengembangannya kita bisa menggandeng UMKM dan pemberdayaan masyarakat lainnya. Sehingga lokasi tersebut menjadi kawasan wisata yang bermanfaat bagi semuanya. Khususnya masyarakat Surabaya," tutupnya. (mar)
Editor : redaksi