Swaranews.com - Mahasiswa sebagai generasi intelektual muda, menjadi bagian dari anak bangsa yang akan selalu ada di setiap Pemerintahan. Keberadaannya sebagai agen perubahan sekaligus mewakili suara mayoritas masyarakat dan suara kaum tertindas, seringkali dianggap sebagai ancaman bagi kekuasaan.
Di era demokrasi pada Pemerintahan Presiden Prabowo ini, gerakan mahasiswa kembali mengambil peran dalam fungsi kritik dan kontrol Sosial dan Politik. Namun dalam beberapa aksi demo penyampaian pendapat, terjadi fenomena “penggembosan” gerakan tersebut secara masive.
Baca Juga: Budi Leksono Diskusi Politik Bersama Mahasiswa Unair dan Unesa
“Mahasiswa itu pejuang Demokrasi yang sesungguhnya. Mereka mengemban amanat suara rakyat yang harus diakomodir. Mahasiswa bukan sebuah ancaman kedulatan bangsa, namun justru bagian dari keutuhan bangsa”. ungkap AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Ketua Umum ormas Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) kepada awak media.
Temuan publik atas praktik transaksional dari oknum keamanan kepada BEM Mahasiswa UBK, membuka fakta terjadinya upaya pengendalian mahasiswa secara sistemik. Gus Wal menanggapi hal tersebut sebagai upaya adu domba sesama mahasiswa, dan menunggangi gerakan mahasiswa, beber Gus Wal yang dikenal dekat dengan berbagai aktivis dan mahasiswa.
“Sesama mahasiswa diadu domba dengan menggembosi salah satu BEM agar saling berseteru. Mereka yang murni berjuang dihadapkan dengan sesama mahasiswa yang tergoda tawaran uang. Upaya memecah belah ini sebuah skema oknum penguasa yang merasa terganggu dengan gerakan mahasiswa. Masyarakat harus paham bahwa ini maunya penguasa, bukan niat mahasiswa” imbuh Gus Wal.
Baca Juga: PNIB: Selamat Hari Lahir Pancasila Ideologi Bangsa Indonesia
Temuan penyusupan kepentingan pengendalian mahasiswa menurut Gus Wal juga sebagai upaya pengalihan isu. Pemberitaan lebih banyak menyorot mahasiswa yang saling menghujat.
“Yang mesti diwaspadai lagi adalah upaya pengalihan isu. Agenda tuntutan mahasiswa kalah oleh pemberitaan sesama mahasiswa yang saling menyalahkan. Mereka lupa bahwa agenda tuntutan harus dikawal” kata Gus Wal.
Baca Juga: PNIB: Momen Idul Adha Refleksikan Pengorbanan untuk Toleransi
Gus Wal dan PNIB sepakat kepada mahasiswa kembali fokus menyuarakan aspirasi sebagai suara akan kegelisahan dan keprihatinan mayoritas rakyat Indonesia.
Jaga persatuan bangsa dan Keselamatan rakyat serta negara lebih penting daripada merespon skenario kepentingan penguasa.
“Kalau gerakan mahasiswa dianggap sebuah ancaman bagi kekuasaan, berarti benar yang selama ini kita khawatirkan. Bahwa negara ini sedang tidak baik-baik saja. Kita ingin berpartisipasi ikut memperbaiki kerusakan yang diciptakan oleh mereka yang haus mempertahankan kekuasaan. Niat baik kita yang kecil ini jika dihalangi justru semakin membesar dan tidak akan pernah bisa dihentikan oleh kekuatan apapun. Sejarah sudah berulang kali membuktikan," pungkas Gus Wal
Editor : redaksi